Rumah itu hanya berukuran sekitar 3x3 meter persegi. Dindingnya terbuat dari batu bata yang belum diplester yang dipadu dengan papan kayu atau triplek.
Di dalamnya hanya ada satu ruangan yang dipakai untuk tidur sekaligus memasak. Rumah itu juga belum dilengkapi fasilitas mandi cuci kakus (MCK) yang memadai.
Di rumah itu terdapat dipan, tempat Kadiman terbaring lemas. Ia mengidap penyakit hydrocephalus selama bertahun-tahun.
Empat tahun lalu, saat Suparjono masih menjabat sebagai Wakapolsek Jenar, ia mengantar mantan Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, ke rumah yang ditinggali keluarga miskin di Sragen tersebut.
Baca Juga:Jam Malam di Makassar Diperpanjang Sampai 11 Januari 2021
"Empat tahun lalu dia sudah sakit hydrocephalus. Tapi, badannya tidak sekurus sekarang," papar AKP Suparjono.
Dalam kegiatan bertajuk "Jumat Berkah" kemarin, polisi membawa paket sembako berisi beras, mi instan, minyak goreng, susu, gula, teh dan lain-lain.
Kebutuhan sehari-hari keluarga miskin di Sragen itu dicukupi oleh anaknya yang tinggal di rumah yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah itu.
Pada malam hari, rumah Kadiman dipastikan gelap gulita karena ketiadaan aliran listrik. Pada tahun lalu, kata Kapolsek, anggotanya datang ke rumah itu untuk memasang aliran listrik.
Akan tetapi, kabel listrik menuju rumah itu justru dilepas oleh Ny. Dasir yang mengalami depresi.
Baca Juga:Tukang Parkir Salat di Emperan Toko Tuai Simpati Warganet
"Karena tidak ada listrik, pencahayaan pada malam hari mereka cukup dengan lampu teplok," papar Kapolsek.