alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lilik Darmasto: Kisah Si Pengembara Kedai Kopi dalam Sketsa Cair

Ronald Seger Prabowo Minggu, 27 Desember 2020 | 11:14 WIB

Lilik Darmasto: Kisah Si Pengembara Kedai Kopi dalam Sketsa Cair
Kartunis Solo, Lilik Darmasto menggelar pameran seni rupa. (dok Lilik)

Lilik menggelar pameran seni rupa bertajuk 'Sketsa Kopi', yang berkisah tentang 'pengembaraannya' dari kedai ke kedai kopi, dan dituangkan dalam karya sketsa cat air.

SuaraSurakarta.id - Kopi merupakan salah satu minuman yang menjadi primadona masyarakat. Bahkan semakin hari, para penikmat pun kopi di Indonesia semakin hari semakin meningkat.

Era saat ini, menikmati secangkit kopi tidak hanya identik dengan kaum paruh baya. Minum kopi bagi anak muda atau generasi milenial saat ini bak sebuah lifestyle sekaligus sarana menunjukkan eksistensi.

Tak pelak, bisnis kedai kopi atau coffee shop semakin menjamur di berbagai kota di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Solo. Menjelajah berbagai kedai kopi pun memunculkan ide kartunis asal Kota Solo, Lilik Darmasto untuk berkarya.

Lilik menggelar pameran seni rupa bertajuk 'Sketsa Kopi', yang berkisah tentang 'pengembaraannya' dari kedai ke kedai kopi, dan dituangkan dalam karya sketsa cat air. 

Baca Juga: Nggak Habis Pikir, Coffee Shop Ini Jual Kopi Susu Campur Jamu Kuat Pria

Pameran itu digelar di Ahmed Coffee di kawasan Laweyan berlangsung antara 26 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.

"Dari kedai kopi, saya sering menemukan inspirasi untuk berkarya. Saya mendapatkan adalah pengalaman belajar tentang kopi, persahabatan dan kehidupan," kata Lilik.

Dia memaparkan, pameran tersebut merupakan pemberhentian sejenak dari perjalanan panjang yang dimulainya sekita sekitar dua tahun lalu.

"Dari kedai ke kedai, sedikit demi sedikit saya belajar banyak hal, menggambar sketsa dengan cat air utamanya, namun jauh lebih dari itu yang saya dapatkan adalah pengalaman belajar tentang kopi, persahabatan dan kehidupan," tuturnya. 

Lilik melanjutkan, bahwa pameran ini juga awal dari perjalanan Ini bukan akhir namun panjang berikutnya. Untuk itu, dirinya berharap masih ada ruang untuk belajar, masih ada sahabat untuk menjadi guru.

Baca Juga: Viral Pernikahan Sewa Starbucks, Ternyata Segini Tarifnya

"Terima kasih untuk keramahan dari kedai-kedai yang sudah saya singgahi, kawan-kawan barista dan penggiat kopi atas pembelajaran selama ini, serta sahabat yang terlibat hingga akhirnya pameran sederhana ini bisa terwujud," lanjutnya. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait