Sebab publik di Tanah Air sudah terbelah dua dalam menyikapi kabar terlibatnya Gibran dalam kasus dugaan korupsi bansos.
Kelompok pertama yaitu para pendukung dan loyalis Gibran Rakabuming Raka yang tentu tidak akan memercayai kabar tersebut.
Sedangkan kelompok kedua yaitu publik non-pendukung Gibran yang memilih untuk menunggu proses pembuktian kasus tersebut.
“Pandangan dan sikap publik terbelah dua. Kelompok yang tak memercayai kabar itu, dan kelompok yang bisa terpengaruh kabar itu. Artinya tidak cukup dengan klarifikasi.
Baca Juga:Sederhana Tapi Tegas, Bagyo soal Isu Korupsi Gibran: Tegakan Keadilan!
Harus ada pembuktian ada atau tidaknya keterlibatan Gibran,” ujar dia.
Lebih jauh Sunny menilai kabar keterlibatan Gibran dalam kasus dugaan korupsi bansos Kemensos bisa menggelinding liar. Apalagi bila kabar itu sudah digoreng oleh pihak-pihak yang memang tidak senang dengan sosok Gibran sebagai calon wali Kota Solo.
Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Gibran Rakabuming membantah teribat dalam kasus dugaan korupsi bansos.
Dia menyatakan tak pernah terlibat dalam kegiatan bansos Kemensos, apalagi merekomendasikan PT Sritex terkait pengadaan goodie bag.
Baca Juga:Isu Skandal Goodie Bag Bansos COVID-19, Lawan Gibran Komentar Menohok