Budi Arista Romadhoni
Selasa, 01 September 2026 | 19:29 WIB
Ilustrasi bansos warga solo di hentikan karena diduga terlibat judol [Ist]
Baca 10 detik
  • Dinas Sosial Kota Solo menghentikan bansos untuk 2.790 KPM yang terindikasi judi online.
  • Penelusuran data tersebut dilakukan menggunakan aplikasi SIKS-NG Kementerian Sosial dari Maret 2025 hingga Agustus 2026.
  • Warga terdampak dapat mengajukan perubahan data melalui petugas Puskesos di kelurahan dengan membawa KTP dan KK.

SuaraSurakarta.id - Sebanyak 2.790 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (Bansos) di Kota Solo, diduga terindikasi judi online (judol).

Mereka pun yang tadinya menerima bantuan, maka secara otomatis bantuan tersebut dihentikan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Solo, Samsu Tri Wahyudi mengatakan dari data yang ada memang ada 2.790 KPM di Kota Solo itu yang terindikasi ikut Judol.

Data tersebut merupakan hasil penelusuran dari kurun waktu Maret 2025 hingga Agustus 2026 kemarin.

"Kamimenelusuri itu menggunakan sistem aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) Kementerian Sosial (Kemensos) dengan kata judi online. Dalam waktuMaret2025 sampaiAgustus2026 jumlahnya 2.790 KPM Bansos Desil 1-4yang terindikasi judol," terangnya, Selasa (1/9/2026).

Samsu menyebut secara otomatis warga yang terdeteksi terhubung dengan aktivitas ilegal maupun transaksi keuangan tertentu akan memutus saluran bantuan.

Meski status desilnya tetap namun tidak lagi mendapatkan bantuan.

"Jadi begitu terkoneksi judol. Desilnya tetap, tapi yang tadinya menerima bansos, bansosnya dihentikan," ungkap dia.

Samsu menjelaskan kalau berdasarkan rilis pembaruan data desil Triwulan III dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial (Kemensos) itu memang terjadi pergeseran tingkat kesejahteraan (desil) masyarakat yang cukup signifikan. 

Baca Juga: Dirtipideksus Bareskrim Polri Ungkap Kronologi Penangkapan Bos Judol Beromzet Miliaran

Banyak warga yang awalnya itu masuk kategori desil rendah, tiba-tiba melonjak ke desil yang lebih tinggi.

"Ada beberapa lonjakan-lonjakan desil masyarakat ya. Ada yang tadinya desil dua, desil satu, ada juga yang naik desil lima dan seterusnya," jelasnya.

Adanya perubahan desil itu, lanjut dia, tidak hanya terjadi di Kota Solo saja. Tapi juga daerah di seluruh Indonesia.

"Kemarinbanyak pas Piala Dunia judol. Judi online Piala Dunia. Itu masuk (pembaruan desil). Lalu diterima PNS atau TNI, otomatis terupdate (desil). Jadi satu keluarga NIK-nya terkoneksi apa langsung terkoreksi. Ada yang naik, ada juga yang turun," papar dia.

Samsu menambahkan bagi masyarakat yang awalnya menerima bansos lalu terjadi perubahan atau terindikasi judol padahal sehingga tidak dapat bisa mengajukan perubahan di kelurahan.

"Bisa datang ke kelurahan dan menemui petugas Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos). Untuk syaratnya cukup membawa dokumen berupa KTP dan KK," pungkasnya.

Load More