- Dinas Sosial Kota Solo menghentikan bansos untuk 2.790 KPM yang terindikasi judi online.
- Penelusuran data tersebut dilakukan menggunakan aplikasi SIKS-NG Kementerian Sosial dari Maret 2025 hingga Agustus 2026.
- Warga terdampak dapat mengajukan perubahan data melalui petugas Puskesos di kelurahan dengan membawa KTP dan KK.
SuaraSurakarta.id - Sebanyak 2.790 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (Bansos) di Kota Solo, diduga terindikasi judi online (judol).
Mereka pun yang tadinya menerima bantuan, maka secara otomatis bantuan tersebut dihentikan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Solo, Samsu Tri Wahyudi mengatakan dari data yang ada memang ada 2.790 KPM di Kota Solo itu yang terindikasi ikut Judol.
Data tersebut merupakan hasil penelusuran dari kurun waktu Maret 2025 hingga Agustus 2026 kemarin.
"Kamimenelusuri itu menggunakan sistem aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) Kementerian Sosial (Kemensos) dengan kata judi online. Dalam waktuMaret2025 sampaiAgustus2026 jumlahnya 2.790 KPM Bansos Desil 1-4yang terindikasi judol," terangnya, Selasa (1/9/2026).
Samsu menyebut secara otomatis warga yang terdeteksi terhubung dengan aktivitas ilegal maupun transaksi keuangan tertentu akan memutus saluran bantuan.
Meski status desilnya tetap namun tidak lagi mendapatkan bantuan.
"Jadi begitu terkoneksi judol. Desilnya tetap, tapi yang tadinya menerima bansos, bansosnya dihentikan," ungkap dia.
Samsu menjelaskan kalau berdasarkan rilis pembaruan data desil Triwulan III dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial (Kemensos) itu memang terjadi pergeseran tingkat kesejahteraan (desil) masyarakat yang cukup signifikan.
Baca Juga: Dirtipideksus Bareskrim Polri Ungkap Kronologi Penangkapan Bos Judol Beromzet Miliaran
Banyak warga yang awalnya itu masuk kategori desil rendah, tiba-tiba melonjak ke desil yang lebih tinggi.
"Ada beberapa lonjakan-lonjakan desil masyarakat ya. Ada yang tadinya desil dua, desil satu, ada juga yang naik desil lima dan seterusnya," jelasnya.
Adanya perubahan desil itu, lanjut dia, tidak hanya terjadi di Kota Solo saja. Tapi juga daerah di seluruh Indonesia.
"Kemarinbanyak pas Piala Dunia judol. Judi online Piala Dunia. Itu masuk (pembaruan desil). Lalu diterima PNS atau TNI, otomatis terupdate (desil). Jadi satu keluarga NIK-nya terkoneksi apa langsung terkoreksi. Ada yang naik, ada juga yang turun," papar dia.
Samsu menambahkan bagi masyarakat yang awalnya menerima bansos lalu terjadi perubahan atau terindikasi judol padahal sehingga tidak dapat bisa mengajukan perubahan di kelurahan.
"Bisa datang ke kelurahan dan menemui petugas Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos). Untuk syaratnya cukup membawa dokumen berupa KTP dan KK," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
2.790 Warga Solo Diduga Terindikasi Ikut Judol, Bantuan Distop
-
Penghasilan Anjlok Gegara Aturan Baru, Ratusan Pemulung TPA Putri Cempo Geruduk Balai Kota Solo
-
Kejari Solo Tahan Mantan Ketua dan Bendahara KONI Solo Atas Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI
-
Tak Pilih Dendam, Ayah Korban Kecelakaan Ini Justru Bersahabat dengan Iwan Adranacus
-
BRI Catat Laba Rp31,2 Triliun, Kredit Tumbuh 16,2 Persen hingga Juni 2026