- Suharto mengikhlaskan kecelakaan pada Agustus 2018 di Solo yang merenggut nyawa putranya, Eko Prasetio.
- Suharto tidak menuntut pengemudi bernama Iwan Adranacus, melainkan membangun hubungan persaudaraan yang erat.
- Suharto kini bekerja mengawasi produk cat INDACO milik Iwan dan keluarganya mendapat santunan rutin.
SuaraSurakarta.id - Duka kehilangan putra sulung akibat kecelakaan tak selalu berujung dendam. Suharto, ayah almarhum Eko Prasetio, justru memilih ikhlas dan membangun persaudaraan dengan Iwan Adranacus, pengemudi mobil yang terlibat dalam kecelakaan pada Agustus 2018.
Sejak peristiwa tersebut, hubungan Suharto dan Iwan semakin dekat. Keduanya bahkan telah lebih dari tujuh tahun saling membantu dan menganggap satu sama lain sebagai keluarga.
Iwan yang kini menjabat Presiden Direktur PT Indaco Warna Dunia mengatakan, peristiwa tersebut menjadi salah satu pelajaran penting dalam hidupnya.
“Kami merasa, segala sesuatu dalam hidup ini merupakan takdir Ilahi. Segala hal yang terjadi dalam hidup kita merupakan izin Yang Mahakuasa untuk terjadi, yang pastinya selalu ada berkah yang disiapkan untuk kehidupan kita selanjutnya,” ujar Iwan, Senin (31/8/2026).
Menurut Iwan, dari peristiwa tersebut ia justru mendapatkan saudara sekaligus banyak pelajaran tentang kehidupan.
“Kami merasa nambah saudara, nambah kerabat. Itu juga berarti nambah rezeki. Meski kejadiannya luar biasa buat saya, tapi itu selalu manis untuk dikenang,” katanya.
Sementara itu, Suharto mengaku tidak sepenuhnya menyalahkan Iwan atas kecelakaan yang menyebabkan Eko meninggal dunia. Ia menilai terdapat faktor dari putranya dalam peristiwa tersebut.
“Ada faktor dari anak saya juga. Sebagai orang tua, saya tahu sifat anak. Makanya, saya memahami kejadian itu sebagai takdir dan ikhlas atas apa yang terjadi,” ujar Suharto.
Suharto menegaskan, sejak awal dirinya tidak mencari ganti rugi materi. Ia hanya menginginkan hubungan persaudaraan.
Baca Juga: 7 Fakta Kecelakaan Motor di Tawangmangu: Vario Hantam Tembok, Ayah dan Anak Meninggal Dunia
“Saya butuh persaudaraan. Itu saja yang saya minta. Saya nggak nyari uang. Saya nyari persaudaraan. Dan Alhamdulillah, Tuhan memberikan jalan. Sampai sekarang, saya dengan Pak Iwan sudah seperti saudara,” katanya.
Kedekatan keduanya berlanjut hingga kini. Sejak September 2025, Suharto dipercaya ikut mengawasi booth produk INDACO di Toko Bangunan Lestari Indah, Jalan Sumpah Pemuda 59, Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo.
Perhatian Iwan juga disebut masih diberikan kepada keluarga Eko. Suharto mengatakan Iwan rutin memberikan uang jajan kepada cucunya, anak almarhum Eko yang kini berusia delapan tahun dan duduk di kelas III SD.
Bagi keduanya, peristiwa yang bermula dari duka tersebut kini menjadi bagian dari perjalanan hidup yang mempertemukan mereka dalam sebuah ikatan persaudaraan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tak Pilih Dendam, Ayah Korban Kecelakaan Ini Justru Bersahabat dengan Iwan Adranacus
-
BRI Catat Laba Rp31,2 Triliun, Kredit Tumbuh 16,2 Persen hingga Juni 2026
-
Ketua DPP PSI Bestari Barus Ungkap Respon Jokowi Soal Pernyataan Budi Arie
-
Kapolri Temui 6.500 Eks Anggota JI di Solo, Dorong Kontribusi untuk NKRI
-
KGPAA Mangkunegara X Akan Tinggalkan Mangkunegaran untuk Kuliah S2 di London