- Kubu PB XIV Purboyo berencana mensomasi Gusti Moeng untuk mengembalikan benda pusaka dan mengosongkan keraton dalam 2x24 jam pada Senin (24/8/2026).
- Kubu PB XIV Purboyo menilai tindakan pemindahan gamelan oleh Lembaga Dewan Adat melanggar aturan adat istiadat serta hukum yang berlaku.
- Gusti Moeng menyatakan tidak mempermasalahkan somasi tersebut dan menjelaskan pemindahan gamelan dilakukan untuk menyelamatkan benda pusaka dari bangunan yang rusak parah.
SuaraSurakarta.id - Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng) angkat bicara soal akan disomasi oleh Kubu Sinuhun Paku Buwono (PB) XIV Purboyo.
Gusti Moeng bahkan diminta untuk mengembalikan seluruh benda pusaka milik Keraton Surakarta, ia juga dituduh telah mengambil gamelan sekaten tanpa seizin PB XIV Purboyo.
Tidak hanya itu tapi juga untuk segera menggosongkan kawasan keraton yang dikuasai tanpa hak dalam waktu 2 x 24 jam.
Gusti Moeng mengaku tidak mempermasalahkan adanya ancaman somasi dari kubu PB XIV Purboyo tersebut.
"Ya biarin saja malah beneran no. (Surat somasi sudah diterima) Ya diterima biara saja, selehke wae ngopo," terangnya saat ditemui, Senin (24/8/2026).
Gusti Moeng mengatakan dari awal sudah disampaikan kalau pusaka-pusaka keraton termasuk gamelan itu dipindahkan karena tempatnya itu akan direvitalisasi.
Kondisi tempat gamelan di Pendopo Parang Karso itu sudah rusak parah hingga jebol.
"Memang betul-betul gedungnya itu sudah jebol. Jangan ngomong hilang, kita malah kehilangan saat grebeg yang lalu pas idul adha, ada tiga kecer yang hilang sama satu keranjang yang buat mukul," ungkap dia.
Menurutnya kondisi tempat gamelan itu sudah sangat rusak parah, jadi itu akan direvitalisasi serentak dengan 13 titik.
Baca Juga: Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?
Jadi pemindahan gamelan itu sebagai langkah untuk merevitalisasi tempat penyimpanan gamelan.
"Jadi tidak ada yang namanya itu mencuri. Tapi ini menyelamatkan dari gedhong yang mau ambruk, jadi betul-betul sudah rusak parah," jelasnya.
Seperti diketahui kubu PB XIV Purboyo lewat Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purboyo, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani akan mensomasi LDA yang diwakili Gusti Moeng.
LDA juga diberi waktu 2x24 jam untuk segera segera mengembalikan seluruh benda pusaka milik keraton ke tempat semula dan mengosongkan kawasan Keraton Kasunanan yang dikuasai tanpa hak.
"Kami Mengecam keras penguasaan sepihak atas benda tindakan mengambil dan mengunci aset pusaka milik Keraton Kasunanan Surakarta berupa Gamelan Sekaten dan Gamelan Monggang Ageng yang dilakukan LDA," papar dia.
Timoer menjelaskan tindakan pemindahan dan penguasaan tanpa izin ini melanggar tradisi, adat istiadat, dan filosofi leluhur (paugeran) yang telah menjadi aturan tidak tertulis dan peraturan tertulis atau ketentuan khusus (Angger) yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Andi Azwan Tegaskan, Gibran Segera Tunjukkan Ijazah Setara SMA
-
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Peluang BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Pariwisata Olahraga
-
Persis Solo Mandul di Manahan, De Red FC Pulang Bawa Satu Poin
-
BRI Perkokoh Reputasi Nasional, Nilai Merek Capai USD6,9 Miliar Versi Brand Finance
-
BRI Wealth Management Tambah Tiga Reksa Dana Baru untuk Optimalkan Diversifikasi Portofolio