Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:10 WIB
Replika Menara Eiffel Paris yang dibuat Warga Desa Serut, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. (Suara.com/Ari Welianto).
Baca 10 detik
  • Warga dan pemuda Desa Serut Sukoharjo membuat replika Menara Eiffel bambu setinggi 23 meter sejak 1 Juli 2026.
  • Pembuatan menara tiga tingkat berbiaya tiga juta rupiah ini dikerjakan secara gotong royong pada malam hari.
  • Replika yang dilengkapi Bendera Merah Putih tersebut direncanakan terpasang selama tiga bulan hingga Oktober 2026.

Saat malam tampak menarik dan menyala, sehingga kesannya seperti asli. Karena warga berkreasi memasang hiasan lampu warna kuning keemasan.

Untuk biaya pembuatan menara ini, lanjut dia, menghabiskan sekitar Rp 3 juta. Anggarannya itu dari iuran para warga.

"Biaya sekitar Rp 3 jutaan. Dari iuran warga," imbuh dia.

Sugito menambahkan replika Menara Eiffel ini dibuat dengan skala yang matang dan kondisi lokasi pemasangan.

Agar kuat saat diterpa angin, menara dipasangi tali di empat sisinya. Untuk menggabungkan tiap bilah bambu untuk dirangkai menjadi bentuk menara diikat menggunakan kawat.

"Ya didesain, dikasih skala juga. Ini seharusnya 30 meter tapi kendalanya banyak listrik jadi dibuat 23 meter. Awalnya itu dipasang di perempatan tapi ada mobil kalau mau belok susah, pindah ke sini," tandasnya.

Sugito mengaku ini bukan pertama kalinya para pemuda membuat kreativitas, bahkan sudah sejak 2013 lalu.

Setiap tahunnya itu berbeda, ini sekaligus untuk menyemarakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Dulu setiap tahun agendanya bikin lampion. Pernah juga buat pancoran, Monas, Spiderman, serta pesawat. Kalau sekarang minta menara Eiffel," sambung dia.

Baca Juga: KPK Kembali Geledah Kantor Bupati Sukoharjo, Keluar Bawa 3 Koper

Rencana pemasangan replika Menara Eiffel ini akan berlangsung selama tiga bulan hingga Oktober 2026 nanti. Setelah itu akan diturinin.

"Ya nanti akan diturunin. Kalau bambu kan 4 bulan masa kekuatannya," pungkasnya.

Kontributor : Ari Welianto

Load More