- Warga dan pemuda Desa Serut Sukoharjo membuat replika Menara Eiffel bambu setinggi 23 meter sejak 1 Juli 2026.
- Pembuatan menara tiga tingkat berbiaya tiga juta rupiah ini dikerjakan secara gotong royong pada malam hari.
- Replika yang dilengkapi Bendera Merah Putih tersebut direncanakan terpasang selama tiga bulan hingga Oktober 2026.
SuaraSurakarta.id - Warga Desa Serut Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo membuat kreativitas menarik replika Menara Eiffel Paris dengan menggunakan ratusan bambu.
Menara Eiffel setinggi 23 meter ini dibuat di jalan kampung yang dibuat rongga besar. Namun pengguna jalan masih tetap bisa melintas. Di atas menara ditancap Bendera Merah Putih.
Menara Eiffel tersebut dibuat secara gotong royong oleh warga dan para pemuda desa.
Ketua Karang Taruna Bina Karya, Sugito mengatakan ada 150 bambu yang dipakai untuk membuat replika Menara Eiffel.
"Ada 150 bambu yang dibutuhkan. Terus bambu itu dirubah bentuk menjadi replika Menara Eiffel, itu dibiarkan warna alami tanpa tambahan cat," terangnya, Jumat (14/8/2026).
Sugito menjelaskan untuk proses pengerjaan pembuatannya itu selama satu bulan mulai 1Juli kemarin.
"Ini dibuat selama satu bulan mulai 1 Juli sampai awal Agustus. Bahannya dari bambu, karena itu yang menjadi sumber daya alam di sini. Jadi tidak beli tapi swadaya warga," papar dia.
Untuk proses pengerjaannya itu dilakukan secara gotong royong warga. Ini dibuat pada malam hari.
"Dikerjakan para pemuda dan dibantu orang tua. Pengerjaannya itu malam hari, karena warga di sini mayoritas kerjanya sebagai karyawan pabrik. Jadi kalau siang cuma cari bambunya," jelasnya.
Baca Juga: KPK Kembali Geledah Kantor Bupati Sukoharjo, Keluar Bawa 3 Koper
Menurutnya pengerjaannya dilakukan secara bertahap. Bahkan saat prosesnya warga sempat mengalami kendala, seperti saat naik itu sudah.
"Ini dikerjakan secara bertahap. Kalau kendalanya itu pas naik, naiknya itu susah. Dirakit di bawah, pasang satu-satu. Kan ada tiga tingkat, satu, dua, tiga," papar dia.
Sugito menyebut replika Menara Eiffel ini ada tiga tingkat. Tingkat pertama itu terdiri dari empat sisi sebagai kaki menara, tingkat dua atau platform atau lantai pertama dengan bagian tepinya dihiasi lampu hias membentang yang membentuk batasan anjungan.
Selanjutnya ditingkatan ketiga atau puncaknya itu merupakan kerangka atas dan mahkota. Pada bagian atas itu berbentuk kerucut ramping menjulang tinggi.
Diujung menara diberi lampu hias berwarna merah dan putih serta bendera kecil.
"Sebenarnya kuat tapi buat jaga-jaga lah dipancang, ini bisa dinaiki 10 orang . Truk bisa lewat (rongga dari empat pilar), tingginya 4 meter (rongga)," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Pastikan Pelayanan Siap, Wali Kota Solo Cek Persiapan Haul Solo
-
Pagar Pamedan Pura Mangkunegaran Ambruk hingga Harus Disangga Bambu, Gegara Ditabrak Mobil
-
BRI Peduli Perluas Kesempatan Kerja Inklusif bagi Disabilitas lewat Pelatihan dan Pemagangan
-
480 Siswa SD Adu Ketangkasan di MilkLife Festival SenengMinton Solo 2026
-
Haul Habib Ali Diprediksi Dihadiri Ribuan Jamaah, 480 Personel Disiagakan