Budi Arista Romadhoni
Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:38 WIB
Bos-bos sound horeg bersama Gibran Penerus Jokowi (GPJ) saat menemui Jokowi. (Suara.com/Ari Welianto)
Baca 10 detik
  • Pengusaha sound horeg Jawa Tengah dan Jawa Timur menemui Joko Widodo di Solo pada Selasa, 11 Agustus 2026.
  • Pertemuan tersebut bertujuan untuk bersilaturahmi, meminta arahan, serta menegaskan dukungan penuh kepada Gibran Rakabuming Raka.
  • Relawan Gibran Penerus Jokowi menyatakan kelompoknya kembali aktif dengan 130 ribu anggota guna menghadapi Pemilu 2029.

SuaraSurakarta.id - Bos-bos sound horeg dari Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) menemui Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di kediaman pribadinya di Jalan Kutai Utara 1 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Selasa (11/8/2026).

Kunjungan mereka selain untuk bersilahturahmi dengan Jokowi. Mereka juga menegaskan mendukung Gibran Rakabuming Raka.

Usai bertemu Jokowi, mereka membentangkan kaos dengan bertuliskan "Gibran Penerus Jokowi (GPJ)".

"Ya kunjungan kami ke sini, yang pertama silahturahmi. Yang kedua, kami kan kemarin sempat mendukung untuk kegiatan Mas Gibran. Sedangkan yang ketiga, kita mohon arahan petunjuk dari beliau kedepan seperti apa," terang perwakilan Bos Horeg, Devid saat ditemui, Selasa (11/8/2026).

"Kami tetap solid dari tim horeg. Kita menunggu petunjuk dari beliau ke depan seperti apa," lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, mereka mengucapkan terima kasih kepada Jokowi atas dedikasinya untuk membangun Indonesia.

Sementara itu Ketua Umum Relawan Gibran Penerus Jokowi (GPJ), Joko Loreng mengatakan kalau para teman-teman pengusaha sound horeg dari Jatim dan Jateng ini ditampung di GPJ.

"Dari semua lini kami tampung, seperti tim horeg. Ada dari Aeromax, Pak Brewok, Pak Soni dari wilayah Jatim. Dari Jateng yang Aeromax," jelas dia.

Menurutnya pertemuan dengan Jokowi hanya untuk silahturahmi saja dan minta arahan.

Baca Juga: Jokowi ke Kader PSI: Kalau Semua Jalur Mentok, Datang Saja ke Solo

"Ya ngobrol-ngobrol saja, silahturahmi. Minta arahan juga dari bapak, dari bapak suruh nunggu dulu," ungkapnya.

Joko menegaskan kalau keberadaan relawan GPJ ini sudah lama ada. Ini akan dibangkitkan lagi untuk persiapan Pemilu 2029 mendatang. 

"GPJ ini sudah lama. Ini aktif lagi untuk persiapan 2029 nanti," jelas dia. Untuk anggota GPJ itu sudah mencapai 130 ribu dan mereka siap semua.

Kontributor : Ari Welianto

Load More