- Bayer Indonesia mengadakan panen raya jagung DEKALB DK79C Kuat di empat wilayah pada 23 September hingga 1 Oktober 2026.
- Varietas jagung unggulan tersebut menghasilkan panen sekitar 10 hingga 15 persen lebih tinggi daripada musim tanam biasa.
- Peningkatan produktivitas ini bertujuan menjaga pasokan jagung nasional dan memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman El Nino.
SuaraSurakarta.id - Peningkatan produktivitas menjadi salah satu kunci untuk menjaga pasokan jagung nasional di tengah tantangan perubahan iklim.
Komoditas ini tidak hanya berperan sebagai sumber pangan, tetapi juga menjadi bahan baku utama industri pakan ternak yang menopang kebutuhan protein hewani masyarakat.
Upaya meningkatkan hasil produksi jagung dilakukan Bayer Indonesia bersama lebih dari 7.000 petani di Lampung Tengah, Pesawaran, Wonogiri, dan Tuban melalui panen raya jagung DEKALB DK79C Kuat. Kegiatan panen berlangsung pada 23 September hingga 1 Oktober 2026.
Berdasarkan hasil panen di sejumlah lokasi tersebut, DEKALB DK79C Kuat menunjukkan potensi hasil panen sekitar 10-15 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata hasil panen pada musim tanam biasanya di wilayah tersebut. Peningkatan produktivitas ini dinilai penting untuk menjaga produksi jagung ketika petani menghadapi tekanan cuaca dan perubahan iklim.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan fenomena El Niño kuat dapat menyebabkan musim kemarau berkepanjangan di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Oktober 2026. Kondisi ini berpotensi memengaruhi produktivitas sejumlah komoditas strategis, termasuk jagung.
Pemerintah sendiri menargetkan produksi jagung pipilan kering sekitar 18 juta ton pada 2026. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong swasembada pangan nasional.
Direktur PT Bayer Indonesia Andi Ilyas mengatakan inovasi pertanian dan penerapan praktik budidaya yang tepat dapat membantu petani menghadapi tantangan iklim sekaligus meningkatkan potensi hasil produksi.
"Hari Tani Nasional merupakan momentum untuk mengapresiasi peran penting petani dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Kami percaya dengan inovasi pertanian yang didukung praktik budidaya yang tepat, akan berpotensi membantu petani menghadapi tantangan iklim sekaligus meningkatkan potensi hasil panen. Bayer akan terus bekerja bersama petani untuk mendukung praktik pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan," kata Andi Ilyas, Direktur PT Bayer Indonesia.
Menurut dia, kegiatan panen di Lampung, Wonogiri, dan Tuban menunjukkan produktivitas pertanian dapat didukung melalui kombinasi inovasi, teknologi, dan pendampingan agronomi di lapangan.
Baca Juga: Berkat MBG, Kelompok Tani Wanita di Karanganyar Lebih Mudah Salurkan Panen Sayuran
Wilayah tersebut dipilih sebagai lokasi utama karena merupakan daerah produksi jagung penting dengan karakteristik tantangan budidaya yang berbeda, mulai dari variabilitas iklim hingga kondisi tanah.
Bayer Corn Seeds & Trait Lead Crop Science Indonesia Jawad Nasir mengatakan petani membutuhkan inovasi untuk mempertahankan performa tanaman di tengah meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan El Niño.
"Di tengah meningkatnya risiko El Niño dan kejadian cuaca ekstrem, petani membutuhkan inovasi yang dapat membantu mereka mempertahankan sekaligus meningkatkan performa tanaman. Hasil observasi lapangan di lokasi-lokasi tersebut menunjukkan potensi DEKALB DK79C Kuat untuk mendukung hasil yang lebih baik ketika dipadukan dengan praktik agronomi yang tepat. Pada akhirnya, membantu petani mengoptimalkan produktivitas akan turut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia," kata Jawad.
DEKALB DK79C Kuat merupakan varietas jagung yang dikembangkan Bayer untuk menghadapi sejumlah tantangan budidaya di Indonesia. Varietas tersebut memiliki rendemen pipilan hingga 82 persen, batang yang kokoh sehingga lebih tahan rebah dan busuk batang, serta masa panen sekitar 100 hari.
Selain penyediaan varietas, Bayer juga memberikan pendampingan teknis dan berbagi praktik pertanian kepada petani untuk membantu mengoptimalkan potensi hasil di lahan.
Peningkatan produktivitas menjadi semakin penting karena jagung memiliki keterkaitan dengan sektor peternakan melalui industri pakan. Dengan produksi yang lebih tinggi di tingkat petani, ketersediaan bahan baku jagung untuk rantai pasok pangan dan pakan dapat turut diperkuat.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Termasuk di Wonogiri, Bayer Panen Raya di 4 Daerah, Produktivitas Jagung Didorong Naik
-
Jokowi Tetap Yakin PSI Tembus Senayan 2029 Meski Ambang Batas Bisa Naik
-
Jokowi Buka-bukaan soal Riwayat Sekolah Gibran di Singapura: Masak Disuruh Ikut Paket C Lagi!
-
Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak
-
BRI InFrame 2026 Hadirkan Cerita Ekonomi Kerakyatan Lewat Fotografi