- Pusat Grosir Solo ditutup permanen pada Rabu, 5 Agustus 2026 akibat manajemen mengalami kepailitan resmi.
- Ribuan karyawan terancam pemutusan hubungan kerja dan ratusan pedagang harus segera mengemas barang dagangannya.
- Para pedagang memilih pindah ke lokasi lain seperti Batik Trade Center dan Pasar Klewer.
SuaraSurakarta.id - Pusat Grosir Solo (PGS) harus tutup permanen usai pengelola atau manajemen yang menaungi mengalami pailit.
Ratusan pedagang pun harus mengemas barang-barang dagangannya untuk menggosongkan kios pindah.
Bahkan tutupnya PGS secara permanen berpotensi PHK bagi ribuan karyawan yang bekerja di PGS.
Para pedagang ada yang pindah ke Batik Trade Center (BTC) maupun kembali ke rumah.
Pantauan di lapangan, Rabu (5/8/2026). Masih banyak aktivitas pekerja yang mengemas barang-barang dagangannya. Banyak juga kios-kios yang sudah kosong ditinggal para penghuninya.
Di bagian depan terdapat spanduk soal penjelasan mengenai masalah kepailitan yang menimpa manajemen.
Salah satu karyawan, Maria (50) mengaku sedih harus pindah. Ini diberi waktu sampai jumat nanti untuk beres-beres.
"Ini dikasih kesempatan seminggu buat beres-beres, sampai hari jumat besok. Ini masih ada patung-patung sama baju-baju di dalam. Rasa sedihlah, kita cari makan di sini, campur aduk perasaannya," terangnya saat ditemui, Rabu (5/8/2026).
Marina menyebut sudah bekerja di sini kurang lebih 7 tahun. Pastinya banyak kenangan di sini baik senang maupun sedih.
Baca Juga: Baliho Ulang Tahun Jokowi di Solo Tuai Polemik, DPRD Curigai Penggunaan Dana APBD
"Kenangannya banyak, sedihnya banyak, senangnya banyak. Yang jelas temannya banyak, kita cari makannya di sini," kata dia.
Menurutnya ada kekhawatiran para pelanggan akan lari dan cari yang dekat.
ini rencana mau pindah di Pasar Klewer dan Kampung Batik Kauman, ada juga yang pindah di BTC yang lebih dekat.
"Ya pasti ada (kekhawatiran), pasti pelanggannya cari yang lebih dekat dan mudah dijangkau. Ini mau pindah ke Klewer sama Kauman," ujarnya.
Mulai terlihat kondisinya agak sepi dan menurun saat diisukan PGS itu mau tutup, jadi tahunya PGS itu tutup. Kalau soal harga sewa meski naik tidak masalah, karena masih bisa nutup.
"Kondisi mulai menurun itu saat diisukan PGS mau tutup, itu belum lama padahal tempatnya strategis. Soal biaya sewa naik pembelinya masih tetap ada, masih bisa ketutup," sambung dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
MilkLife Kickers Raih Dua Kemenangan di Hari Kedua Singa Cup 2026
-
Tahu Kesukaan Kakaknya, GPH Paundra Dapat Hadiah Tas saat Prosesi Langkahan dari GRAj Sura
-
Digunakan Ratusan Ribu Konsumen, Pherini Body Lotion Tuai Banyak Review Positif
-
Kubu PB XIV Purboyo Gelar Tingalan Dalem Jumenengan di Kediaman Raja Sasana Narendra
-
Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta