Budi Arista Romadhoni
Kamis, 05 November 2026 | 07:44 WIB
Tangkapan layar pendaki yang ditandu saat naik Gunung Merbabu. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Seorang pendaki menggunakan jasa tandu berbayar sekitar Rp 30 juta saat mendaki Gunung Merbabu via Gancik.
  • Kegiatan pendakian privat selama dua hari satu malam tersebut melibatkan 19 porter yang bertugas secara bergantian.
  • Pengelola basecamp menyatakan siap memfasilitasi kembali layanan serupa jika ada permintaan dari calon klien lainnya.

SuaraSurakarta.id - Kini naik Gunung Merbabu via jalur Gancik, Selo, Boyolali tidak perlu lagi harus berjalan mendaki, tapi bisa juga menggunakan jasa tandu 

Namun bagi pendaki yang ingin naik dengan ditandu harus merogoh kocek tak sedikit sekitar Rp 30 juta.

Ini yang baru saja dialami oleh pendaki yang naik Gunung Merbabu lewat jalur Gancik dengan cara dipandu bak seperti raja. Bahkan beredar video tersebut yang viral di media sosial (medsos). 

Pengelola Basecamp di Jalur Gancik Antonabiel mengatakan kalau pendaki yang ditandu itu bukan kali pertama naik gunung. Pernah juga naik Gunung Lawu dan Bukit Mongkrang .

"Kan yang bersangkutan, yang ditandu itu bukan cuma baru kali ini naik Merbabu tapi Lawu juga ditandu, di Mongkrang juga," terangnya saat dihubungi, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya bagi yang ingin naik dengan ditandu itu lewat jalur Gancik. Baru kali ini pendaki yang ditandu, ini cuma private trip saja.

"Oh baru kali ini. Cuma private saja jalan sendiri. Jalurnya via Gancik," ujar dua.

Untuk waktunya itu dua hari satu malam. Kalau untuk tarifnya sekitar Rp 30 juta dan itu harganya normal, itu nanti ada 19 porter yang secara bergantian akan memandu.

"Normal (harganya), itu dua hari satu malam. Jumlah itu ya sepadan, soalnya juga harus butuh kekompakan tim, kalau ada yang mletre satu bisa buyar tripnya," katanya.

Baca Juga: Kebakaran Gunung Merbabu, Lokasi Titik Api di Puncak Sulitkan Upaya Pemadaman

"Nilai segitu juga sepadan dengan trek di Merbabu. Kan licin juga, ada resiko juga," lanjut dia.

Menurutnya jumlah 19 porter itu tugasnya berbeda-beda, untuk menandu itu itu ada 9 porter, terus porter camp sama porter air maupun logistik, lalu peralatan P3K.

"Mereka akan mendampingi terus selama perjalanan baik saat naik maupun pas turun," ungkapnya.

Antonabiel menyebut mereka yang menandu itu, porter yang biasa memandu Mbok Yem dari Gunung Lawu.

"Itu yang nandu itu yang sering bawa naik turun Mbok Yem. Kita kan sesama basecamp saling kenal, terus kami yang memfasilitasi," ucap dia.

Untuk yang kemarin itu yang mendaki itu ada dua orang, tapi yang tandu hanya satu orang saja. Pihak siap kalau ada klien yang minta ditandu naik Merbabu.

Load More