- Riset Economist Enterprise yang didukung Bayer mengungkapkan praktik self-care berpotensi memberikan manfaat ekonomi global sebesar US$179 miliar per tahun.
- WHO menyatakan bahwa praktik self-care harus diintegrasikan ke dalam sistem kesehatan formal guna mengatasi tekanan global dan memperluas layanan kesehatan.
- Negara-negara seperti Jerman dan Indonesia telah menerapkan pendekatan integrasi self-care untuk mendorong gaya hidup sehat dan mengurangi beban fasilitas kesehatan.
Tiga Prioritas Penguatan Self-Care
Riset tersebut mengidentifikasi tiga prioritas utama agar self-care dapat menjadi bagian yang lebih efektif dari sistem layanan kesehatan.
Pertama, menerjemahkan komitmen kebijakan menjadi tindakan nyata. Setiap negara dinilai membutuhkan tata kelola dan pembagian tanggung jawab yang jelas, disertai koordinasi yang lebih kuat antarpemangku kepentingan untuk memastikan kebijakan dapat diterapkan secara efektif.
Kedua, memperluas akses melalui dukungan yang tepercaya dan merata. Ketersediaan produk dan layanan yang terjangkau, informasi yang dapat diandalkan, mekanisme pembiayaan yang tepat, serta dukungan yang sesuai dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat menjadi faktor penting agar self-care tidak justru memperlebar kesenjangan kesehatan.
Ketiga, memperkuat bukti, pengukuran, dan akuntabilitas. Seiring meningkatnya praktik self-care di rumah, apotek, maupun platform digital, sistem kesehatan membutuhkan mekanisme yang lebih kuat untuk mengukur hasil, memantau keselamatan pasien, serta menghasilkan data yang dapat digunakan dalam penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan investasi.
Sejumlah negara telah menerapkan pendekatan yang mengintegrasikan self-care dengan sistem layanan kesehatan. Di Jerman, misalnya, terdapat konsep green prescriptions yang memungkinkan dokter merekomendasikan obat bebas sebagai bagian dari terapi mandiri dengan panduan medis.
Sementara di Indonesia, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) mendorong penerapan gaya hidup sehat, sanitasi, serta edukasi mengenai kesehatan mandiri, termasuk penggunaan obat secara bertanggung jawab di lingkungan sekolah, tempat kerja, dan masyarakat.
Greg Perry, Director General Global Self-Care Federation, mengatakan self-care tidak dimaksudkan untuk mengalihkan tanggung jawab sistem kesehatan kepada masyarakat.
“Sebaliknya, produk dan layanan self-care berbasis bukti serta obat bebas yang dilengkapi informasi akurat dapat menciptakan ruang kapasitas bagi jalur rujukan. Dengan begitu, pasien dapat memperoleh penanganan medis di fasilitas kesehatan secara tepat waktu saat benar-benar membutuhkannya,” ujarnya.
Baca Juga: Mahasiswa dan Pelajar Muhammadiyah Gelar Aksi Damai, Ada Cek Kesehatan Gratis hingga bagi Sembako
Riset Economist Enterprise menyimpulkan bahwa penguatan tata kelola, pembiayaan, akuntabilitas, serta sistem pendukung dapat menjadikan self-care sebagai pendekatan yang hemat biaya sekaligus melengkapi layanan kesehatan formal.
Dengan integrasi yang tepat, self-care berpotensi menjadi bagian dari sistem kesehatan yang lebih preventif dan proaktif, sekaligus membantu masyarakat mengambil peran lebih besar dalam menjaga kesehatan mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi