- Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor Bupati dan sejumlah gedung Pemkab Sukoharjo pada Selasa, 14 Juli 2026.
- Penyidik KPK melakukan penggeledahan untuk mencari alat bukti tambahan terkait kasus dugaan pemerasan oleh Bupati Sukoharjo.
- Petugas KPK menyita tiga koper dari ruang bupati serta membuka segel ruangan agar kembali dapat digunakan bekerja.
SuaraSurakarta.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah Kantor Bupati Sukoharjo dan sejumlah ruangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo, Selasa (14/7/2026).
Informasinya penggeledahan mulai dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB sampai pukul 14.30 WIB. Ruangan yang digeledah selain kantor Bupati Sukoharjo juga di Gedung Menara Wijaya, Gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Gedung Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKAD).
Hasil pantauan di lapangan, KPK membawa tiga koper dari penggeledahan ruangan kantor bupati. Tiga koper tersebut selanjutnya dimasukan ke dalam mobil.
KPK juga membuka segel di sejumlah ruangan yang sebelumnya sempat disegel.
"Setahu saya tadi saya dampingi di ruang bupati, ruang sekda, ruang asisten 1 sekda dan ruang Kabag Umum," terang Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo, Abdul Haris Widodo saat ditemui, Selasa (14/7/2026).
Sekda mengatakan pembukaan segel ini untuk penggeledahan mencari tambahan alat bukti oleh KPK.
Ketika ditanya apakah membawa koper, sekda kurang mengetahui apakah membawa atau tidak.
"Ya untuk penggeledahan, cari-cari barang bukti. (Total bawa berapa koper) Saya nggak tahu ya, sanksinya beda-beda dan saya standby di sini. Tapi sepertinya memang mau ke sana bawa koper, tapi dapat barang bukti atau nggak, bisa saja kopernya kosong," paparnya.
Sekda menyebut setelah segel dilepas ruangan bisa kembali digunakan kembali untuk bekerja.
Baca Juga: Bupati Sukoharjo Terjaring OTT KPK, Diduga Peras Perangkat Daerah
"Sudah, sudah. Intinya tadi, pesannya 'pak ini ruang sudah selesai, bisa dibersihkan, bisa digunakan'," kata dia.
Saat ditanya apakah penggeledahan dilakukan di ruang lain, Sekda mengaku tidak tahu.
"Saya tidak tahu, sepertinya timnya dibagi. (Disebar) Iya sepertinya begitu," ujarnya.
Sekda berharap data yang diperlukan KPK segera ketemu. Nanti berkas-berkas selesai pemberkasan.
"Harapannya secepatnya selesai," pungkas dia.
Seperti diketahui, penggeledahan yang dilakukan KPK ini terkait kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Dukung Diaspora dan PMI, BRImo Taiwan Raih Penghargaan Inovasi Indonesia 2026
-
Masa Demo di Depan Rumah Jokowi, Serahkan Surat Peringatan dan Plakat Bertuliskan Filosofi Jawa