- KPK menetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani sebagai tersangka kasus pemerasan dan menahannya di Jakarta pada Sabtu, 11 Juli 2026.
- Penyidik KPK menyita barang bukti berupa logam mulia serta uang tunai dalam berbagai mata uang hasil operasi tangkap tangan.
- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjamin pelayanan publik di Sukoharjo tetap berjalan normal meskipun bupati sedang menjalani proses hukum tersebut.
SuaraSurakarta.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Etik langsung ditahan, sementara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Sukoharjo tetap berjalan normal.
Etik tampak mengenakan rompi oranye tahanan KPK saat keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (11/7) dini hari sekitar pukul 02.38 WIB. Dalam video resmi KPK, ia terlihat bersama dua tahanan lain yang identitasnya belum diumumkan.
Kasus tersebut merupakan tindak lanjut operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang digelar di Sukoharjo pada Kamis (10/7). Awalnya, KPK menyebut mengamankan lima orang. Namun, jumlah tersebut kemudian diperbarui menjadi 18 orang, dengan sembilan orang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Selain mengamankan para pihak, penyidik juga menyita barang bukti berupa logam mulia serta uang tunai miliaran rupiah dalam mata uang rupiah, dolar Australia, dan dolar Singapura yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Merespons penahanan Bupati Sukoharjo, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pelayanan publik tidak boleh terhenti akibat proses hukum yang menjerat kepala daerah.
"Kita mendukung penuh langkah KPK. Namun yang paling penting, pelayanan pemerintahan kepada masyarakat tidak boleh terganggu," kata Luthfi di sela Konferensi Nasional Kusta 2026 di Jakarta.
Menurut Luthfi, kasus korupsi harus menjadi pengingat bahwa penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dimulai dari keteladanan seorang pemimpin.
"Saya sudah berulang kali menyampaikan agar menciptakan clean and good government. Ikan itu busuknya dari kepala. Artinya, pemimpin harus memberikan contoh dan suri teladan," ujarnya.
Baca Juga: Ini Respon DPC PDIP Sukoharjo Usai Etik Suryani Ditangkap KPK
Pemprov Jawa Tengah, lanjut Luthfi, akan segera menerjunkan tim untuk mendampingi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo agar seluruh layanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya selama proses hukum berlangsung.
"Siapapun pemimpinnya yang terkena masalah, pelayanan pemerintahan dan pelayanan publik tidak boleh terganggu. Kita akan *backup* jalannya pemerintahan di Sukoharjo. Nanti akan kita tunjuk pelaksana tugas (Plt) apabila ketentuan hukumnya telah terpenuhi," tegasnya.
Kasus yang menjerat Etik Suryani menjadi OTT ke-16 KPK sepanjang 2026 dan kembali menambah daftar kepala daerah yang tersandung perkara korupsi tahun ini. Hingga kini, KPK masih terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap peran para pihak lain yang diamankan dalam operasi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi
-
Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'
-
Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo