- PT PLN ULP Boyolali akan menghentikan pasokan listrik selama lima jam pada Kamis, 2 Juli 2026 mendatang.
- Pemadaman listrik dijadwalkan pukul 10.00 hingga 15.00 WIB di sejumlah wilayah Kecamatan Simo, Klego, dan Andong.
- Kegiatan pemeliharaan jaringan tersebut bertujuan meningkatkan keandalan sistem distribusi serta meminimalkan potensi gangguan listrik di masa depan.
SuaraSurakarta.id - Warga di sejumlah wilayah Kabupaten Boyolali diminta mengantisipasi penghentian sementara pasokan listrik pada Kamis (2/7/2026). PT PLN (Persero) UID Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta melalui UP3 Klaten ULP Boyolali menjadwalkan pemadaman selama sekitar lima jam untuk mendukung pekerjaan pemeliharaan jaringan listrik.
Berdasarkan surat pemberitahuan Nomor 0259/DIS.01.01/F51020100/2026 yang ditandatangani Manager ULP Boyolali, Taufik Hidayatullah, pemeliharaan dilakukan sebagai langkah preventif guna menjaga keandalan sistem distribusi listrik sekaligus meminimalkan potensi gangguan di kemudian hari.
Pemadaman dijadwalkan berlangsung pada:
- Hari/Tanggal: Kamis, 2 Juli 2026
- Waktu: Pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB
- Agenda: Pemeliharaan jaringan listrik
Selama proses pekerjaan berlangsung, aliran listrik akan dihentikan sementara di sejumlah kawasan yang meliputi:
- Jalan Raya Simo–Kacangan
- Pasar Batangan
- Desa Blagung, Kecamatan Simo
- Desa Sumber, Kecamatan Simo
- Desa Wates, Kecamatan Simo
- Desa Kalangan, Kecamatan Klego
- Desa Sempu, Kecamatan Andong
- Desa Sendangreno, Kecamatan Klego
- Desa Sangge, Kecamatan Klego, beserta wilayah sekitarnya
PLN mengimbau masyarakat, pelaku usaha, maupun instansi yang berada di wilayah terdampak agar menyesuaikan aktivitas yang bergantung pada pasokan listrik. Warga juga disarankan mengisi daya perangkat elektronik, mengamankan data pekerjaan, serta mempersiapkan kebutuhan penting sebelum jadwal pemadaman dimulai.
Selain mengumumkan jadwal pemadaman, PLN turut mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan keselamatan di sekitar jaringan listrik. Warga diminta tidak mendirikan bangunan dalam radius kurang dari tiga meter dari jaringan listrik, tidak bermain layang-layang maupun menerbangkan balon udara di sekitar kabel tegangan tinggi, serta menghindari pembakaran sampah di bawah jaringan listrik karena dapat membahayakan keselamatan dan mengganggu keandalan sistem.
PLN juga meminta warga yang memiliki pepohonan dengan ranting mendekati jaringan listrik agar berkoordinasi dengan petugas atau kantor PLN terdekat untuk dilakukan perabasan secara aman.
Pihak PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pemeliharaan berlangsung. Apabila pekerjaan selesai lebih cepat dari jadwal, pasokan listrik akan segera dinormalkan tanpa pemberitahuan lebih lanjut.
Baca Juga: Firasat Kunjungan Terakhir Farida: Korban Tragedi Maut KRL Bekasi Sempat Pulang Mendadak ke Boyolali
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Andi Azwan Tegaskan, Gibran Segera Tunjukkan Ijazah Setara SMA
-
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Peluang BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Pariwisata Olahraga
-
Persis Solo Mandul di Manahan, De Red FC Pulang Bawa Satu Poin
-
BRI Perkokoh Reputasi Nasional, Nilai Merek Capai USD6,9 Miliar Versi Brand Finance
-
BRI Wealth Management Tambah Tiga Reksa Dana Baru untuk Optimalkan Diversifikasi Portofolio