Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:15 WIB
Para Mahasiswa saat negosiasi dan mendesak Kapolresta Solo agar membebaskan rekannya yang ditangkap. [Suara.com/Ari Welianto]
Baca 10 detik
  • Aliansi BEM se-Soloraya menggelar aksi protes ekonomi di depan Kantor DPRD Kota Solo pada Jumat, 12 Juni 2026.
  • Ketegangan muncul saat massa mendesak Kapolresta Solo membebaskan dua rekan mereka yang sempat diamankan oleh pihak kepolisian.
  • Setelah negosiasi dengan Kapolresta Solo, dua mahasiswa yang sebelumnya ditangkap akhirnya dibebaskan kembali kepada massa aksi tersebut.

"Kita di sini menyampaikan pendapat sesuai dengan aturan UU. Tapi ada di Solo yang teman-teman tiba-tiba diculik,"l lanjutnya. 

Ridwan menyebut saat negosiasi tidak ada penjelasan dari Kapolresta Solo kenapa menangkap dua mahasiswa.

"Tidak ada alasan apapun. Dari korban yang sudah dibebaskan tadi saya tanyakan kalau dia tidak tahu apa-apa dan cuma membawa selembaran tiba-tiba dirangkul dan dibawa masuk ke mobil," papar dia.

"Ini perlu dipertanyakan, hal ini apakah bukti bahwa Kapolresta atau kepolisian di Solo membuat mahasiswa ketakutan dalam menyampaikan pendapat. Karena dia tidak membawa alat apapun hanya membawa selembar kertas bukti keresahan kepada pemerintah," ucapnya.

Sementara itu Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo mengatakan kalau mahasiswa yang ditangkap sudah dibebaskan.

"Yang pasti kita tadi tidak menculik ataupun yang lain. Tadi aksi berjalan kondusif, terima kasih kepada adik-adik semuanya," pungkas dia.

Kontributor : Ari Welianto

Load More