Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 01 Mei 2026 | 15:13 WIB
Ilustrasi Ayam Goreng. (pexel.com)
Baca 10 detik
  • Solo Raya merupakan destinasi wisata kuliner yang menyajikan ayam goreng tradisional dengan proses ungkep bumbu rempah khas.
  • Ayam Goreng Mbah Karto di Sukoharjo menjadi kuliner legendaris berbumbu bacem yang digemari oleh Presiden Joko Widodo sejak lama.
  • Ayam Goreng Widuran dan Pak Ali menawarkan varian rasa gurih serta harga terjangkau bagi para wisatawan di Solo.

SuaraSurakarta.id - Surakarta dan wilayah sekitarnya, atau yang lebih dikenal sebagai Solo Raya, bukan hanya pusat kebudayaan Jawa, tetapi juga surga bagi para pecinta kuliner.

Bagi pelancong yang singgah di kota ini, berburu kuliner otentik adalah agenda wajib. Salah satu primadona yang tak boleh dilewatkan adalah olahan ayam gorengnya yang memiliki karakteristik unik dibandingkan daerah lain.

Berbeda dengan ayam goreng di kota besar lainnya yang cenderung menonjolkan tepung krispi, ayam goreng khas Solo umumnya melalui proses ungkep dengan bumbu rempah dan gula jawa (bacem) sebelum digoreng.

Proses ini menghasilkan daging yang empuk dengan cita rasa manis gurih yang meresap hingga ke tulang.

Bagi Anda yang sedang merencanakan wisata kuliner di Solo Raya, Suara.com merangkum tiga rekomendasi ayam goreng legendaris, mulai dari yang harganya bersahabat hingga yang menjadi langganan orang nomor satu di Indonesia.

1. Ayam Goreng Mbah Karto Tembel: Langganan Jokowi

Ayam Goreng Mbah Karto Tembel, langganan Presiden Joko Widodo. (YouTube/Presiden Joko Widodo)

Berlokasi di Kabupaten Sukoharjo, tepatnya di Jalan Jaksa Agung Raya Suprapto, tempat ini adalah "kiblat" ayam goreng kampung di Solo Raya. Berdiri sejak akhir 1960-an, Ayam Goreng Mbah Karto Tembel menawarkan ayam kampung goreng dengan bumbu bacem yang sangat meresap, menghasilkan rasa manis legit dan gurih yang seimbang.

Keistimewaannya terletak pada teknik pengolahan yang masih tradisional menggunakan kayu bakar dan penyajiannya. Ayam goreng di sini disajikan dengan lalapan segar dan sambal khusus yang disebut "sambal blondho"—terbuat dari endapan santan kental yang dimasak hingga berminyak—memberikan sensasi rasa yang kaya.

Popularitas tempat ini tak diragukan lagi. Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan keluarga diketahui sudah menjadi pelanggan setia sejak lama, bahkan sejak sebelum menjabat sebagai Wali Kota Solo. Tempat ini juga kerap disinggahi oleh tokoh-tokoh nasional lainnya. Meski berstatus legendaris, suasana warung tetap dipertahankan sederhana dan otentik.

Baca Juga: Wali Kota Solo Pastikan Ayam Goreng Widuran Belum Pernah Ajukan Sertifikat Halal

2. Ayam Goreng Widuran: Si Gurih yang Melegenda

Ayam Goreng Widuran tidak halal. (kolase Instagram)

Jika Mbah Karto menonjolkan sisi manis legit, Ayam Goreng Widuran adalah representasi ayam goreng Solo yang lebih menonjolkan sisi gurih dan asin.
Berlokasi di tengah Kota Solo, tepatnya di Jalan Sutan Syahrir, Widuran, rumah makan ini juga telah beroperasi puluhan tahun.

Ayam Goreng Widuran dikenal dengan tekstur luarnya yang sedikit lebih kering dan renyah, namun tetap lembut di dalam. Ciri khasnya adalah taburan serundeng atau
kremesan bumbu lengkuas yang melimpah di atas ayamnya. Bumbunya yang dominan bawang putih dan ketumbar terasa sangat kuat. Ini adalah pilihan tepat bagi Anda yang kurang menyukai profil rasa terlalu manis. Tapi perlu diketahui, makanan tersebut non halal.

3. Ayam Goreng Pak Ali Pasar Gede: Otentik dan Ramah di Kantong

Bagi Anda yang mencari pengalaman kuliner otentik di jantung keramaian kota dengan harga yang lebih miring, Ayam Goreng Pak Ali di kawasan Pasar Gede Solo
bisa menjadi pilihan cerdas.

Lokasinya yang strategis di salah satu landmark Kota Solo membuatnya mudah dijangkau oleh wisatawan. Meski harganya relatif lebih terjangkau dibandingkan restoran besar, kualitas rasanya tidak kalah bersaing.

Load More