Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 03 April 2026 | 07:24 WIB
Panggung Sangga Buwono yang baru saja direvitalisasi. (Suara.com/Ari Welianto)
Baca 10 detik
  • Video viral di media sosial menampilkan kerusakan bangunan Panggung Sangga Buwono Keraton Kasunanan Surakarta pasca revitalisasi yang dinilai tidak layak.
  • Ketua Eksekutif LDA, KPH Eddy Wirabhumi, membantah klaim tersebut dan menyatakan video itu diambil sebelum proses revitalisasi berlangsung.
  • Pihak Keraton Surakarta menegaskan kondisi bangunan saat ini baik berkat asistensi penuh dari Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah terkait.

SuaraSurakarta.id - Beredar video di media sosial (medsos) Panggung Sangga Buwono Keraton Kasunanan Surakarta kondisinya rusak usai belum lama direvitalisasi.

Dalam video yang beredar tersebut terdapat gambar kondisi bagian yang rusak, seperti kaca pecah, plafon pecah, tanah bekas rayap, hingga kayu yang keropos. 

Kemudian terdapat tulisan, "Viral: Kondisi Panggung Sanggabuwana bocor setelah 3 bulan revitalisasi". Tertulis juga "Kondisi Panggung Songgobuwono bocor parah setelah 3 bulan pengesahan".

Ada keterangan juga dalam video tersebut dengan tulisan "Terlihat juga kaca pecah bekas lemparan ketapel ormas LDA saat ontran-ontran kraton tahun silam".

"Plafon terlihat sudah lepas dan berlubang". Tertulis juga "Tanah bekas rayap juga terlihat di bawah karpet", "Beberapa cat terlihat ala kadarnya" hingga "Beberapa area tangga tampak luput dari pengerjaan".

Tangkapan layar kondisi Panggung Sangga Buwana yang rusak. [TikTok]

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi membantah kalau panggung sangga buwana itu kondisinya rusak. 

Video yang viral di medsos itu merupakan video lama dan diambil sebelum revitalisasi dilakukan. 

"Itu video lama, apa yang ada di video itu tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya," terangnya saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2026).

Eddy menegaskan kalau panggung sangga buwana sampai saat ini kondisinya cukup baik tidak ada masalah. 

Baca Juga: PB XIV Purboyo dan Tedjowulan Sama-sama Gelar Halal Bi Halal, Menbud Fadli Zon Turut Hadir

Revitalisasi yang dilakukan itu tidak sendirian, ada asistensi penuh dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) X DIY-Jateng.

"Kita ini kerja itu tidak sendirian ya, malah dalam asistensi yang sangat penuh dari BPK Wilayah X. BPK itu menentukan mana yang harus diganti, mana yang tidak," kata dia.

"Termasuk bahkan catnya mana yang dipakai merk apa dan warna apa. Itu kita selalu bersama BPK," lanjutnya.

Eddy menilai kalau diurai dari catatan pihak sebelah itu, yang dilingkari di bagian luar dalam video yang beredar itu. Itu seperti jendela tapi dibilang malah pintu, itu tidak pernah kemudian dicat seolah-olah pintu maka warnanya tetap pintu. 

"Yang diluar juga sempat ada jamur-jamur, lumut-lumut yang muncul. Sebelum itu viral sudah bersih, itu bisa dicek kalau tidak percaya, itu bagian dari perawatan biasa," ungkap dia.

Soal bagian yang ditutup pakai karpet plastik yang ada di dalam video, itu tidak benar. Kondisi itu ada sebelum revitalisasi dikerjakan. 

Load More