Budi Arista Romadhoni
Rabu, 01 April 2026 | 19:20 WIB
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) saat bersama Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. (Suara.com/Ari Welianto)
Baca 10 detik
  • Presiden ke-7 Joko Widodo bertemu Dubes Iran Mohammad Boroujerdi pada Rabu (1/4/2026) untuk memperkuat hubungan diplomatik kedua negara.
  • Dubes Iran melaporkan kondisi terkini negaranya yang sedang menghadapi serangan dari pihak Israel serta Amerika Serikat kepada Jokowi.
  • Jokowi menekankan pentingnya kampanye antiperang untuk menjaga stabilitas ekonomi global serta menjamin ketersediaan energi bagi seluruh negara dunia.

SuaraSurakarta.id - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara usai bertemu dengan bertemu dan berbincang dengan Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, Rabu (1/4/2026).

Jokowi menyebut kedatangan beliau ingin menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran.

"Ya intinya kita ingin terus menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran. Saya kira itu bagus, baik untuk urusan ekonomi maupun bagus untuk urusan geopolitik," terangnya saat ditemui, Rabu (1/4/2026).

Ketika disinggung ada lobi soal kapal Indonesia tidak bisa melintas karena Selat Hormuz ditutup, Jokowi menyebut tadi sudah disampaikan banyak hal.

"Ya tadi saya menyampaikan banyak hal. Tetapi itu urusan pemerintah ya," ungkap dia.

Soal ajakan kampanye untuk menghentikan perang, Jokowi menegaskan itu sangat baik.

"Saya kira baik kampanye untuk menghentikan perang, kampanye anti perang. Saya kira dunia ini butuh sebuah dunia yang damai, membutuhkan relasi hubungan yang baik antar negara," jelasnya.

Jokowi menambahkan tanpa perang kesejahteraan pertumbuhan ekonomi akan berjalan normal. Karena adanya perang itu akan memicu hambatan bagi semua negara, seperti kesulitan minyak atau energi. 

"Sehingga kesejahteraan pertumbuhan ekonomi, semuanya bisa berjalan dengan normal. Tanpa hambatan-hambatan, misalnya sekarang ini semua negara kesulitan energi, semua negara kesulitan minyak. Itu tidak terjadi kalau perang tidak ada," papar dia. 

Baca Juga: Hasan Nasbi Tegaskan Pertamina Lirik Sumber Minyak Afrika-Amerika Dampak Penutupan Selat Hormuz

Sementara itu pada kesempatan tersebut, Mohammad Boroujerdi melaporkan kondisi terakhir ketika diserang oleh Israel dan Amerika Serikat kepada Jokowi.

"Dalam kesempatan ini saya menyampaikan laporan berkaitan dengan kondisi terakhir ketika negara kami diserang oleh Israel dan Amerika Serikat," tandasnya.

Kontributor : Ari Welianto

Load More