- Presiden ke-7 Joko Widodo bertemu Dubes Iran Mohammad Boroujerdi pada Rabu (1/4/2026) untuk memperkuat hubungan diplomatik kedua negara.
- Dubes Iran melaporkan kondisi terkini negaranya yang sedang menghadapi serangan dari pihak Israel serta Amerika Serikat kepada Jokowi.
- Jokowi menekankan pentingnya kampanye antiperang untuk menjaga stabilitas ekonomi global serta menjamin ketersediaan energi bagi seluruh negara dunia.
SuaraSurakarta.id - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara usai bertemu dengan bertemu dan berbincang dengan Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, Rabu (1/4/2026).
Jokowi menyebut kedatangan beliau ingin menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran.
"Ya intinya kita ingin terus menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran. Saya kira itu bagus, baik untuk urusan ekonomi maupun bagus untuk urusan geopolitik," terangnya saat ditemui, Rabu (1/4/2026).
Ketika disinggung ada lobi soal kapal Indonesia tidak bisa melintas karena Selat Hormuz ditutup, Jokowi menyebut tadi sudah disampaikan banyak hal.
"Ya tadi saya menyampaikan banyak hal. Tetapi itu urusan pemerintah ya," ungkap dia.
Soal ajakan kampanye untuk menghentikan perang, Jokowi menegaskan itu sangat baik.
"Saya kira baik kampanye untuk menghentikan perang, kampanye anti perang. Saya kira dunia ini butuh sebuah dunia yang damai, membutuhkan relasi hubungan yang baik antar negara," jelasnya.
Jokowi menambahkan tanpa perang kesejahteraan pertumbuhan ekonomi akan berjalan normal. Karena adanya perang itu akan memicu hambatan bagi semua negara, seperti kesulitan minyak atau energi.
"Sehingga kesejahteraan pertumbuhan ekonomi, semuanya bisa berjalan dengan normal. Tanpa hambatan-hambatan, misalnya sekarang ini semua negara kesulitan energi, semua negara kesulitan minyak. Itu tidak terjadi kalau perang tidak ada," papar dia.
Baca Juga: Hasan Nasbi Tegaskan Pertamina Lirik Sumber Minyak Afrika-Amerika Dampak Penutupan Selat Hormuz
Sementara itu pada kesempatan tersebut, Mohammad Boroujerdi melaporkan kondisi terakhir ketika diserang oleh Israel dan Amerika Serikat kepada Jokowi.
"Dalam kesempatan ini saya menyampaikan laporan berkaitan dengan kondisi terakhir ketika negara kami diserang oleh Israel dan Amerika Serikat," tandasnya.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Hujan Uang di Klaten! Pengunjung Rebutan Segepok Rupiah dari Atas Flying Fox