- Atap sirap lawang gapit kulon Keraton Surakarta ambrol pada Jumat pagi (27/3/2026) setelah hujan deras hari sebelumnya.
- Kerusakan disebabkan sebagian besar kayu penyangga atap sudah lapuk, menyebabkan kondisi bangunan cagar budaya ini memprihatinkan.
- Pihak terkait akan membersihkan material berbahaya dan segera berkoordinasi dengan BPK serta Dinas PU PR untuk pemeriksaan detail.
SuaraSurakarta.id - Kondisi atap lawang (pintu) gapit kulon Keraton Kasunanan Surakarta sangat memprihatinkan. Pasalnya atap atau sirap lawang gapit kulon ambrol usai hujan deras melanda Kota Solo, Kamis (26/3/2026) sore.
Informasi yang diterima, sirap mulai ambrol, Jumat (27/3/2026) pagi tadi. Kondisi kerusakannya sudah cukup lama hingga memprihatinkan seperti Kondisi pintu sempat ditutup untuk dilakukan pembersihan dan pengecekan.
"Tadi pagi ambrol sekitar pukul 05.00 WIB. Itu sirapnya ambrol dan sebagian itu turun," ujar tokoh masyarakat Kelurahan Baluwarti, KP Bambang Pradotonagoro saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2026).
Bambang menyebut kayu di bagian atap sebagian itu sudah lapuk dan cukup membahayakan. Ini sementara dibersihkan dahulu yang berbahaya dan tetap didokumentasikan.
"Sebagian kayu sudah lapuk. Saya sudah koordinasikan dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah X Jateng-DIY, ini kita bersihkan dulu yang berbahaya tetap kita dokumentasikan," ungkapnya.
Bambang menjelaskan nanti akan dicek kayu sirapnya itu semuanya lapuk atau tidak. Karena kalau dibersihkan tapi kayunya lapuk semua, kan bahaya.
"Yang pasti kita akan cek kalau sirapnya kayunya lapuk semua atau nggak. Ini kita juga menemukan ada retakan tembok di sisi utara," jelasnya.
Bambang mengatakan kondisi kerusakannya itu sudah cukup lama, perbaikan terakhir sekitar tahun 2000-an masa PB XII. Itu semua pintu masuk ke kawasan keraton, baik barat maupun selatan, pintu itu dibangun pada tahun 1907 di masa PB X dan sudah masuk bangunan cagar budaya (BCB).
"Kondisinya saat ini memprihatinkan, hasil cek terakhir yang dikhawatirkan itu sirapnya masih menempel dengan penyangganya atau nggak. Itu yang mengecek secara detail harus pihak terakait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR)," papar dia.
Baca Juga: Desak Pemerintah Audit Dana Hibah Keraron Solo, Ketua FBM: Masyarakat Berhak Tahu!
Sementara itu salah satu warga RT 01 RW 04 Kelurahan Baluwarti, Dina mengaku kalau kerusakannya itu sudah lama. Awalnya rusaknya itu hanya sedikit tapi lama-lama merembet dan tambah parah.
"Sudah lama rusaknya, terakhir itu tadi pagi atap ambrol. Sudah dilaporkan ke pihak keraton tapi belum ada tindakan," ucapnya.
Dina menambahkan ini mendesak diperbaiki, karena sangat memprihatinkan dan membahayakan. Bisa sewaktu-waktu ambrol dan mengenai warga yang melintas.
"Harus segera diperbaiki lah. Temboknya juga sudah ada yang retak, jelas membahayakan," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Jokowi Tetap Yakin PSI Tembus Senayan 2029 Meski Ambang Batas Bisa Naik
-
Jokowi Buka-bukaan soal Riwayat Sekolah Gibran di Singapura: Masak Disuruh Ikut Paket C Lagi!
-
Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak
-
BRI InFrame 2026 Hadirkan Cerita Ekonomi Kerakyatan Lewat Fotografi
-
2 Korban Kapal Virgo Transport 8 Aldo dan Bagus Ditemukan Meninggal, Keluarga Siapkan Pemakaman