- Dietisien Yesi Herawati memperingatkan pemanasan ulang hidangan bersantan berulang berisiko membentuk radikal bebas dan lemak trans berbahaya.
- Memanaskan masakan bersantan bercampur sayuran hijau secara berulang meningkatkan risiko terbentuknya zat karsinogenik pemicu kanker.
- Pemanasan aman memerlukan suhu internal minimal 70°C selama dua menit untuk mematikan bakteri dan mencegah keracunan.
SuaraSurakarta.id - Kebiasaan memanaskan kembali hidangan opor, rendang, dan gulai sisa Lebaran ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan. Di balik kenikmatannya, tersembunyi risiko kesehatan serius mulai dari keracunan, munculnya lemak jahat, hingga zat pemicu kanker jika prosesnya keliru.
Banyak yang mengira masakan bersantan akan semakin lezat jika dipanaskan berulang kali. Namun, Dietisien Yesi Herawati S.Gz M.Kes menegaskan bahwa anggapan tersebut adalah sebuah kekeliruan yang berbahaya.
Menurutnya, meski masakan seperti opor ayam atau rendang masih aman dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, cara penyimpanan dan pemanasan menjadi kunci utamanya.
"Makanan bersantan bila dihangatkan berkali-kali akan menghasilkan radikal bebas dan lemak trans yang berbahaya terhadap kesehatan," kata Yesi kepada ANTARA, Selasa.
Bahaya tidak berhenti di situ. Yesi, yang merupakan dietisien dari Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin Bandung, menyoroti risiko lain yang sering diabaikan.
"Selain itu, juga bisa menyebabkan keracunan makanan jika suhu dan durasi pemanasan tidak tepat. Bakteri dapat berkembang cepat pada suhu antara 4 sampai 60 derajat Celsius," ia menambahkan.
Waspada Zat Pemicu Kanker dari Sayuran Hijau
Peringatan paling serius datang bagi hidangan bersantan yang dicampur dengan sayuran berwarna hijau, seperti lontong sayur atau gulai daun singkong. Memanaskan masakan jenis ini secara berulang sangat tidak disarankan karena dapat memicu terbentuknya zat karsinogenik.
"Sayuran hijau mengandung nitrat, yang bila dipanaskan berulang akan menghasilkan zat karsinogenik, pemicu kanker," jelas Yesi.
Baca Juga: Tuntas! Jaksa Eksekusi Uang Penggelapan Rp9,7 Miliar di Kasus Pegawai Bank Jateng
Cara Aman Menghangatkan Masakan Lebaran
Agar sisa hidangan Lebaran tetap nikmat dan aman dikonsumsi, Yesi membagikan panduan teknis yang tepat. Kuncinya adalah memastikan panas terdistribusi merata hingga ke seluruh bagian makanan.
"Pastikan suhu panas terdistribusi merata hingga ke bagian dalam makanan, bukan hanya di permukaan," tegasnya.
Untuk memastikan bakteri mati, ada standar suhu dan waktu yang perlu diperhatikan. "Disarankan memanaskan hingga suhu bagian dalam mencapai minimal 70 derajat Celsius selama dua menit, 75 derajat Celsius selama 30 detik, atau 80 derajat Celsius selama 6 detik," rincinya.
Metode pemanasan pun bisa disesuaikan. Masakan berkuah seperti opor atau gulai bisa direbus kembali hingga mendidih. Sementara makanan kering seperti rendang dapat dihangatkan dengan cara ditumis, dikukus, atau menggunakan oven, microwave, dan air fryer.
Untuk penyimpanan, Yesi menyarankan agar sisa makanan segera dibagi ke dalam wadah-wadah kecil yang tertutup rapat sebelum dimasukkan ke kulkas. Ini mencegah makanan terkontaminasi dan memudahkan saat akan dipanaskan kembali sesuai porsi yang dibutuhkan, tanpa harus mengeluarkan dan memanaskan seluruhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Panglima Jilah Undang Jokowi di Acara Adat Bahaupm Bide Bahana, Pertemuan Besar Suku Dayak
-
Mural HUT ke-81 di Sukoharjo, Angka 8 Bergambar Pria Gendut, Angka 1 Pria Kurus
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang