Ronald Seger Prabowo
Rabu, 25 Februari 2026 | 14:50 WIB
Wali Kota Solo, Respati Ardi menargetkan untuk tahun 2026 ini penyerapan dan penyaluran tenaga kerja lewat Program Rumah Siap Kerja (RSK) agar lebih optimal. [Dok Pemkot Solo]
Baca 10 detik
  • Wali Kota Solo menargetkan optimalisasi penyerapan tenaga kerja melalui Program Rumah Siap Kerja pada tahun 2026.
  • Evaluasi RSK pada 25 Februari 2026 menyoroti perlunya peningkatan kecocokan peserta dengan kebutuhan dunia kerja.
  • Tindak lanjut mencakup pengetatan rekrutmen peserta baru melalui tes awal untuk mengatasi kendala non-teknis.

SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo, Respati Ardi menargetkan untuk tahun 2026 ini penyerapan dan penyaluran tenaga kerja lewat Program Rumah Siap Kerja (RSK) agar lebih optimal.

Ia berharap kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Surakarta untuk bisa lebih banyak melakukan perekrutan peserta agar kesadaran bekerja semakin meningkat sehingga angka kemiskinan di Kota Bengawan turun.

Hal tersebut disampaikan Respati Ardi saat evaluasi Program Rumah Siap Kerja di kantor Disnaker Surakarta, Rabu (25/2/2026) yang juga dihadiri Sugeng Riyanto, Ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Kepala Disnaker Surakarta, Pramutady Sukoco dan staf.

Dari hasil evaluasi itu, dirinya juga menyoroti kecocokan peserta dengan kebutuhan dunia kerja.

"Kami melakukan evaluasi program Rumah Siap Kerja bersama disnaker. Masih perlu ada yang dievaluasi terkait kecocokan dan penyerapan tenaga kerja. Saya berharap Kepala Dinas yang baru bisa lebih optimal lagi penyerapan tenaga kerja di Solo. Saya terus mendorong agar Rumah Siap Kerja juga benar-benar bisa menjadi harapan ekosistem penyalur tenaga kerja yang tepat sasaran," kata dia.

Ia juga menyebut saat ini masih ada terkendala non-teknis dari program Rumah Siap Kerja. Respati mengakui banyak peserta yang tiba-tiba berhenti di tengah proses saat menjalani pelatihan bekerja.

Untuk mengantisipasi hal serupa, ia akan membuat kebijakan dan memperketat proses rekruitmen peserta pelatihan kerja di RSK. Salah satunya ia akan menerapkan tes singkat diawal pendaftaran terhadap calon peserta.

“Pasti ada kendala, yang pasti konsistensi dan kemauan anak-anak kita, adik-adik kita dalam melakukan pelatihan kerja. Karena sebelum masuk ke dunia kerja, kita ada program pelatihan dan banyak yang berhenti dan tidak konsisten dalam melakukan pelatihan kerja,” tuturnya.

Lebih lanjut, Respati berharap kepada masyarakat khususnya calon pekerja untuk dapat memanfaatkan program ini sebaik mungkin.

Baca Juga: Gandeng ISI Surakarta, Pemkot Solo Pastikan Logo Hari Jadi ke-281 Bebas Subjektivitas

Sebab Rumah Siap Kerja dibuat sebagai jembatan calon pekerja agar dapat meningkatkan kompetensinya untuk bekal di dunia kerja.

Sementara itu, Kepala Disnaker Surakarta, Pramutady Sukoco memastikan akan segera melakukan upaya optimalisasi perekrutan pelatihan kerja RSK melalui pendataan kewilayahan untuk menentukan minat bakat.

Dari langkah awal ini, nanti akan mempermudah Disnaker untuk menetapkan kompetensi pelatihan yang akan dilakukan peserta.

“Harapannya di Rumah Siap Kerja Bersama ini salah satu alat instrumen dari program pak Wali untuk mengentaskan pengangguran dan kemiskinan. Dan masyarakat bisa mengikuti pelatihan-pelatihan yang ditentukan, mungkin pernah mengikuti seleksi ternyata di seleksi sana membutuhkan komptensi ini. Nah ini kita berikan fasilitasnya,” imbuhnya.

Load More