- Kubu PB XIV Purboyo menyatakan Keraton Kasunanan Surakarta sering rugi finansial meskipun menerima hibah pemerintah.
- Total dana hibah riil yang diterima Keraton dari pusat, provinsi, dan kota hanya sekitar Rp1 miliar lebih.
- Kebutuhan operasional tahunan keraton melebihi Rp20 miliar, sementara dana pemerintah tidak mencakup upacara adat.
SuaraSurakarta.id - Kubu Paku Buwono (PB) XIV Purboyo menyebut bahwa Keraton Kasunanan Surakarta masing sering nombok untuk operasional meski mendapatkan dana hibah dari pemerintah baik pusat, provinsi maupun kota.
Pasalnya dana hibah yang diterima keraton itu tidak seperti yang dibayangkan publik yang nilainya puluhan miliar.
"Terkait jumlah (dana hibah) tidak seperti yang diberitakan, yang sefantastis itu tidak. Nilainya itu hanya Rp 1 miliar sekian, tidak sampai puluhan miliar itu tidak," terang Juru Bicara PB XIV Purboyo, KPA Singonagoro, Senin (26/1/2026).
Singonagoro menjelaskan kebutuhan anggaran keraton dalam satu tahun itu kurang lebih sekitar Rp 20 miliaran. Jumlah itu bisa dihitung dana yang diterima dari pemkot, pemprov maupun pusat yang diberikan ke keraton berapa.
"Kebutuhan kita dalam satu tahun itu lebih dari Rp 20 miliar. Bisa dihitung dari pemkot, dari pemprov itu hanya Rp 1 miliar sekian, tidak sampai Rp 2 miliar, tidak," ungkap dia.
Singonagoro mengatakan dana dari APBN yang diterima keraton itu dalam bentuk fisik. Itu seperti untuk Masjid Agung Surakarta.
"Ya memang kita dapat dari untuk Keraton Solo, nilainya juga cukup fantastis puluhan miliar. Tapi kita terimanya dalam bentuk fisik, dalam arti semua proses seperti lelang, penunjukkan kontraktor terus pembayarannya semuanya itu ditangan kementerian," paparnya.
"Itu bukan uangnya diserahkan Keraton Solo. Yang diterima oleh Keraton Solo hanya sekitar Rp 1 miliar sekian," lanjut dia.
Menurutnya totol dana dari pemkot dan pemprov itu sekitar Rp 1 miliar sekian. Kalau hanya pemkot saja dibawah Rp 300 juta, soalnya itu naik turun.
Baca Juga: LDA Keraton Solo Bantah Cucu PB XIII Aniaya Anggota Tim Pengamanan Kubu PB XIV Purboyo
"Untuk peruntukannya dana dari pemkot itu lebih buat belanja dan abdi dalem, seperti gaji," katanya.
Singonagoro menyatakan dana untuk kegiatan atau upacara adat keraton dari pemerintah tidak ada. Biasanya itu memakai dana pribadi atau swadaya keraton.
"Nggak ada, dana dari pemerintah untuk spesifikasi buat even tidak ada. Itu dari dana mandiri. Tentu jumlah yang kami terima dengan yang dikeluarkan buat acara, perawatan semuanya untuk sesaji, bunga, dupa dan segala macam itu masih jauh dari kurang dengan," jelas dia.
Kegiatan selama satu tahun itu, keraton masih banyak nomboknya. Makanya kalau keraton dituduh menerima dana sampai puluhan sampai ratusan miliar itu jelas sangat disayangkan.
"Yang jelas kami banyak menutupi untuk kegiatan-kegiatan di keraton. Seperti labuhan kiblat papat, itu kalau kayak mahesa lawung kita juga menyediakan kerbau yang nilainya lumayan terus pas suro dan mau puasa pasti ada nyekar-nyekar ke leluhur sampai luar daerah seperti di Madura," tandasnya.
"Tomboknya tentu kita sengkuyung bareng dari keluarga, kerabat hingga sentono," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Antisipasi 8,2 Juta Pemudik, Polda DIY Siapkan Puluhan Drone Live Monitoring Urai Simpul Kepadatan
-
Didampingi Pengacara, Rismon Temui Jokowi dan Minta Maaf Langsung
-
7 Fakta Dibalik Kasus Warga Karanganyar Grebek Pria di Rumah Janda yang Berujung Laporan Polisi
-
Kapolresta Solo: Safe House 110 Percepat Respon Laporan Tindak Pidana
-
Rekomendasi Mobil Diesel Bekas di Bawah Rp100 Juta: Pilihan Terbaik untuk Mudik Nyaman dan Irit!