- Seorang pria bernama Supri diamankan warga di Desa Ngepeh, Nganjuk, Jawa Timur, terkait dugaan peracunan sapi.
- Tujuh ekor sapi milik beberapa warga diduga diracun agar pelaku bisa membelinya dengan harga sangat murah.
- Pelaku kini diperiksa Polsek Loceret setelah warga menemukan barang bukti yang diduga merupakan racun di kediamannya.
5. Pelaku Kerap Mondar-Mandir Sebelum Sapi Mati
Salah satu pola yang membuat warga curiga adalah kebiasaan Supri yang sering terlihat mondar-mandir di sekitar kandang sapi sebelum ternak tersebut sakit atau mati.
Salah satu korban, Farikah, mengaku melihat Supri berada di sekitar kandang saat sapinya sedang makan. Tak lama kemudian, sapi tersebut kejang-kejang dan roboh. Saat sapi sudah sekarat, Supri justru datang menawarkan pembelian.
6. Sapi Dibeli Jauh di Bawah Harga Normal
Dalam kondisi darurat, para korban akhirnya menjual sapi mereka kepada pelaku. Harga yang ditawarkan sangat rendah, berkisar antara Rp2 juta hingga Rp6 juta per ekor.
Padahal, menurut para korban, harga normal sapi sehat bisa mencapai Rp15 juta hingga Rp17 juta per ekor. Kerugian yang dialami peternak pun mencapai puluhan juta rupiah.
7. Warga Temukan Dugaan Racun di Tempat Tinggal Pelaku
Kecurigaan warga memuncak setelah pola kejadian terus berulang. Warga akhirnya mengamankan Supri dan melakukan penelusuran. Dari tempat tinggal pelaku, warga menemukan benda yang diduga racun atau obat pembunuh.
Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa kematian sapi-sapi warga bukan disebabkan penyakit alami.
Baca Juga: PMK Menyebar Luas di Sragen, 20 Kecamatan Jadi Zona Merah
Hingga kini, Supri masih menjalani pemeriksaan di Polsek Loceret. Warga mendesak aparat kepolisian untuk memproses kasus ini secara hukum agar menimbulkan efek jera.
Warga juga khawatir akan muncul korban baru jika pelaku tidak segera ditahan. Pasalnya, selain merugikan secara ekonomi, kasus ini telah menimbulkan ketakutan di kalangan peternak sapi di wilayah tersebut.
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa praktik kejahatan di sektor peternakan bisa berdampak luas. Warga pun diimbau untuk lebih waspada terhadap orang asing yang mencurigakan di sekitar kandang ternak.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
Terkini
-
Tak akan Pindah Partai! FX Rudy Tegaskan Siap Berjuang Menangkan PDIP di 2029
-
Link Saldo DANA Kaget Hari Ini: Klaim Rp149 Ribu dari 4 Link Spesial!
-
7 Fakta Kasus Sapi Diracun di Nganjuk, Pelaku Incar Harga Murah dengan Modus Keji
-
Perjuangan Ibu Balita Pengidap Penyakit Langka di Karanganyar, Bertahan Hidup dari Live TikTok
-
Terungkap! Teka-teki Pertemuan Tertutup Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi