Budi Arista Romadhoni
Senin, 12 Januari 2026 | 07:18 WIB
Ilustrasi Sapi di Nganjuk diracun. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Seorang pria bernama Supri diamankan warga di Desa Ngepeh, Nganjuk, Jawa Timur, terkait dugaan peracunan sapi.
  • Tujuh ekor sapi milik beberapa warga diduga diracun agar pelaku bisa membelinya dengan harga sangat murah.
  • Pelaku kini diperiksa Polsek Loceret setelah warga menemukan barang bukti yang diduga merupakan racun di kediamannya.

SuaraSurakarta.id - Kasus dugaan sapi diracun kembali menggegerkan warga Jawa Timur. Kali ini terjadi di Kabupaten Nganjuk, di mana seorang pria diduga sengaja meracuni sapi milik warga agar bisa membelinya dengan harga murah.

Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga memicu keresahan di tengah masyarakat desa.

Berikut rangkuman fakta-fakta penting kasus peracunan sapi di Nganjuk berdasarkan keterangan korban, warga, dan laporan lapangan.

1. Pelaku Ditangkap Warga di Desa Ngepeh, Nganjuk

Seorang pria bernama Supri (40), warga Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, diamankan warga setelah dicurigai meracuni sapi-sapi milik warga setempat. Penangkapan tersebut sempat terekam dalam video amatir warga dan langsung menyebar di lingkungan desa.

Setelah diamankan, Supri kemudian diserahkan ke Polsek Loceret untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

2. Mengaku Meracuni Sapi agar Bisa Dibeli Murah

Kepada warga, Supri mengakui perbuatannya. Ia diduga sengaja meracuni sapi-sapi tersebut dengan tujuan agar ternak korban terlihat sekarat dan bisa dibeli dengan harga jauh di bawah harga pasar.

Modus ini membuat warga geram karena pelaku dinilai memanfaatkan kondisi darurat para peternak yang panik saat sapinya sakit atau sekarat.

Baca Juga: PMK Menyebar Luas di Sragen, 20 Kecamatan Jadi Zona Merah

3. Total Tujuh Sapi Diduga Diracun, Milik Beberapa Korban

Berdasarkan keterangan warga, setidaknya tujuh ekor sapi milik beberapa warga diduga menjadi korban peracunan. Di satu lokasi saja, terdapat enam ekor sapi milik tiga orang pemilik yang mati dengan ciri-ciri serupa.

Salah satu korban menyebut empat ekor sapinya mati secara bertahap dalam kurun waktu beberapa minggu, dengan kejadian terakhir pada Selasa, 6 Januari.

4. Ciri-Ciri Peracunan Seragam dan Terjadi Cepat

Para korban menyebut sapi-sapi mereka mati dengan ciri yang hampir sama. Sapi mendadak kejang-kejang, ambruk, dan mati dalam waktu singkat setelah makan atau minum.

Dalam beberapa kasus, sapi yang sebelumnya sehat dan aktif mendadak ambruk hanya sekitar 30 menit hingga 2 jam setelah pelaku terlihat mondar-mandir di sekitar kandang.

Load More