- Satreskrim Polresta Solo mengungkap pembuangan bayi yang ditemukan di indekos Gendingan pada Senin (22/12/2025).
- Hasil visum menunjukkan bayi meninggal akibat kekerasan benda tumpul dan dehidrasi yang diduga dilakukan ibu kandung.
- Pelaku SA (22) ditangkap karena membekap bayi hingga meninggal lalu membuangnya saat masih hidup.
SuaraSurakarta.id - Satreskrim Polresta Solo berhasil mengungkap kasus pembuangan jasad bayi yang ditemukan di teras rumah indekos wilayah Gendingan, Jebres, Solo, Senin (22/12/2025) pagi.
Hasil visum, terungkap adanya tanda-tanda kekerasan. Kekerasan tersebut diduga dilakukan oleh ibu kandung bayi yang juga menjadi pelaku pembuangan.
Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit, mengatakan, hasil visum yang dilakukan oleh Dokkes Polresta Solo menemukan sejumlah lebam pada tubuh bayi, khususnya di bagian kepala dan leher.
"Dari hasil visum ditemukan lebam-lebam di kepala dan leher yang merupakan tanda kekerasan akibat benda tumpul. Selain itu, juga ditemukan tanda-tanda dehidrasi yang menjadi salah satu penyebab meninggalnya bayi," kata AKBP Sigit.
Sebelumnya, polisi telah menangkap pelaku pembuangan bayi berinisial SA (22), warga Bumi, Laweyan, Solo.
SA diketahui merupakan penghuni indekos yang lokasinya berseberangan dengan rumah indekos tempat bayi tersebut ditemukan.
Dari hasil penyelidikan sementara, SA diduga melahirkan bayi tersebut seorang diri di kamar indekosnya pada malam hari tanpa bantuan siapa pun. Usai dilahirkan, bayi menangis sehingga membuat pelaku panik dan melakukan kekerasan.
“Pelaku membekap mulut bayi dan melakukan kekerasan lain dengan tujuan menghentikan tangisan,” jelas AKBP Sigit.
Setelah itu, bayi dimasukkan ke dalam plastik yang digulung bersama jaket dan selimut, lalu dimasukkan ke dalam kardus. Saat dibuang, kondisi bayi diketahui masih hidup dan tali pusar masih melekat.
Baca Juga: Nekat Pesta Miras di Siang Bolong, Tiga Pria Ini Dikukut Polisi di Kawasan Manahan
“Bayi kemudian dibuang di depan salah satu kamar indekos sekitar tempat tinggal pelaku. Bayi ditemukan sekitar 10 jam kemudian dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.
Polisi menyebut pelaku ditangkap sekitar lima jam setelah jasad bayi ditemukan. Penangkapan dilakukan di indekos pelaku pada pukul 15.30 WIB.
“Pelaku ini tinggal di indekos yang berada tepat di seberang lokasi penemuan bayi,” tambah AKBP Sigit.
Terkait ayah biologis bayi, polisi masih melakukan pendalaman. Menurut AKBP Sigit, pelaku belum mau memberikan keterangan secara terbuka sejak ditangkap.
“Pelaku sejak diamankan tidak mau bercerita sama sekali. Kami masih melakukan pendalaman secara perlahan untuk mengungkap kasus ini secara detail,” katanya.
Atas perbuatannya, SA dijerat Pasal 80 dan/atau Pasal 76B Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Sosok Mantan Napiter Bom Bali 1 Jack Harun, Sekarang Dikenal Sebagai Akademisi Bergelar Magister
-
Jokowi akan Hadir di Sidang Tahunan MPR RI dan Upacara HUT RI ke-81, Sudah Siapkan Baju Adat
-
Jokowi Tantang dr Tifa, Kalau Yakin 100 Persen Ijazahnya Palsu: Buktikan di Persidangan!
-
Perkuat Ekonomi Desa, BRI Peduli Dampingi UMKM melalui Program Desa Brilian
-
Jokowi Restui Kaesang Maju Pileg 2029 di Dapil V Jateng, Sudah Dihitung dan Kalkulasi Resikonya