- Sinuhun PB XIV Hangabehi menolak membahas jumenengan dan fokus pada revitalisasi keraton.
- Revitalisasi meliputi perbaikan panggung sangga buwono dan museum keraton, serta perbaikan bangsal pradonggo.
- Panggung sangga buwono ditargetkan selesai revitalisasinya pada akhir tahun ini untuk mencegah kerusakan lanjutan.
SuaraSurakarta.id - Sinuhun Paku Buwono (PB) XIV Hangabehi enggan membahas soal jumenengan saat ditanya awak media mengenai persiapan jumenengan Keraton Kasunanan Surakarta usai masa 40 hari wafatnya PB XIII selesai.
Hangabehi malah menjawab masih fokus soal revitalisasi keraton yang saat ini masih dikerjakan.
"(Rencana terdekat keraton) Saya masih mikirke sana (sambil menunjuk bagian keraton yang direvitalisasi). Baru saja saya urus untuk pemasangan bambu, karena itu sebetulnya masih ranah mau revitalisasi," terangnya saat ditemui, Rabu (10/12/2025).
Hangabehi mengatakan setelah perbaikan panggung sangga buwono selesai. Masih ada tahap awal museum keraton juga selesai, malah ada tambahan di bangsal pradonggo mengalami penurunan kayu dan sebagainya.
"Kita usahakan ditopang dulu pakai bambu. Jadi saya masih fokus pada pembenahan-pembenahan keraton, yang mana harus disegerakan," ungkap dia.
Hangabehi menjelaskan kalau itu tidak segera dibenahi maka dampaknya akan lebih parah lagi kerusakan-kerusakannya.
"Hanya itu fokus ke situ dulu saya," katanya.
Ketika ditanya soal tata cara jumenengan apakah sudah ada, Hangabehi menyebut belum ada.
"Belum, belum kita masih fokus pembenahan keraton semuanya. Kalau bisa selesai nanti, insya allah, karena begini, yang satu direvitalisasi sebelahnya mengalami kerusakan, ini nanti sebelahnya dibenahi lagi sebelahnya rusak. Terus sampai nanti selesai yang dari awal itu sudah mulai ada kerusakan lagi, kita hanya fokus di situ," papar dia.
Baca Juga: 4 Link Spesial Saldo DANA Kaget, Peluang dapat Rp129 Ribu Hari Ini
Menurutnya soal revitalisasi koordinasinya dengan semua stakeholder terkait. Pastinya dengan kementerian, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) dengan tetap ada kajian-kajian khusus.
"Yang mana tidak sembarang mengganti. Jadi kita semua masih mengerjakan terus sampai pokoknya nanti, insya allah doakan kalau nanti keraton bisa jadi bagus lah," jelasnya.
"Saya terus berusaha untuk juga memantau perkembangan revitalisasi. Mungkin bisa dilihat panggung sangga buwono dari luar sudah wajah baru dengan cat yang mungkin lebih jreng. Karena sebetulnya warnanya biru tapi sekarang kode catnya nggak ada, kita upayakan tetap di warna biru," lanjut dia.
Rencana panggung sangga buwono akhir tahun ini selesai revitalisasinya, sedangkan yang lainnya menyusul.
"Saat ini masih finishing yang ada di dalam. Yang jelas akhir tahun ini selesai," tandasnya.
Seperti diketahui kondisi bangsal pradonggo yang disanggah oleh puluhan bambu. Kondisi itu sangat memprihatinkan dan bisa sewaktu-waktu roboh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Polemik Pembangunan GKJ Solo: Saat Aturan Negara Justru Menjadi Hambatan Beribadah
-
Gara-gara Dua Mahasiswa Ditangkap Polisi, Aksi Demo di Solo Sempat Memanas
-
Kritik Pedas Mahasiswa untuk Pemerintah: Muak dengan Kondisi Negara, Jengkel dengan Kebijakan!
-
Sentuhan Hangat Taruna AKPOL Angkatan 60: Berbagi Ceria dan Sembako di Panti Jompo Solo
-
Penuhi Nazar, Jamaah Haji Asal Kabupaten Semarang ini Jalan Kaki dari Asrama Haji Donohudan Boyolali