- Lokananta, institusi rekaman audio sejak 1950-an, menerima pendampingan Museum Forward untuk arsip 5.843 pita reel.
- Tim arsip Lokananta sejak Agustus 2025 fokus pada preservasi, konservasi, dan digitalisasi, dibantu tiga profesional eksternal.
- Rangkaian program publik termasuk pameran "The Audio Conservators’ Room" dimulai 3 Desember 2025 untuk edukasi publik.
SuaraSurakarta.id - Bagi Lokananta yang sejak periode 1950-an berkecimpung di dunia rekaman audio, koleksi reel tape (pita magnetik) memiliki posisi yang vital sebagaimana arsip yang lain.
Terlebih materi tersebut memiliki karakteristik unik yang tentunya memerlukan penanganan tersendiri. Tak banyak juga pihak yang memiliki sumber informasi yang akurat agar aset berharga tersebut dapat terus lestari secara fisik.
Di tengah usaha untuk terus berbenah diri menata arsip dan koleksi rekaman, program Museum Forward dari EUNICE (European Union National Institutes for Culture) membuka peluang bagi Lokananta memberi perhatian lebih kepada kurang lebih 5.843 pita reel yang saat ini tersimpan di Ruang Diskografi.
Lokananta menjadi 1 dari 3 institusi terpilih yang menerima grand serta pendampingan yang melibatkan 3 kalangan profesional yang terdiri dari Julita Pratiwi, Will Prentice (Phonogramm Archiv Austria) dan Maria Cecilia Ayson (Filipinas Heritage library).
Menurut Maya selaku perwakilan dari pihak EUNIC cluster Indonesia pemilihan Lokananta tidak terlepas dari nilai historis koleksi rekaman di Lokananta yang memiliki peran signifikan dalam perjalanan industri rekaman dan musik di Indonesia.
Terhitung sejak bulan Agustus 2025, tim Arsiparsi Lokananta yang terdiri dari Sherina Dwi Novitasari dan Bemby Ananto menyusun serta menjalankan agenda kerja yang menitikberatkan kepada praktik kerja preservasi, konservasi dan digitasi.
Aktivitas harian ini turut melibatkan 4 orang mahasiswa intern, yaitu Abyan Irsyad Fawzi (Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada), Nasywa Rida Nathania Zaahiya (Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada) Faatin Arianti (Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi Universitas Gadjah Mada) dan Raifansyah Athalla (Program Studi Kearsipan Universitas Diponegoro).
Selama kurang lebih 1 bulan Julita Pratiwi terjun secara langsung bersama Tim Lokananta Archive Project dengan fokus utama kepada seri pita P3/7. Mayoritas koleksi pita ini berasal dari periode awal Lokananta dan belum pernah mengalami proses digitasi. Setidaknya terdapat 500 pita reel yang menjadi target hingga bulan Desember 2025.
Selaku kolaborator, Julita Pratiwi melihat ada usaha untuk menyeimbangkan antara kebutuhan sebagai ruang pamer dengan usaha preservasi dan konservasi. Berbekal bidang keilmuan audio visual, Julita Pratiwi melakukan penyesuaian dan adaptasi dan menjalin komunikasi secara intens dengan Will Prentice selaku kolaborator internasional.
Keduanya juga memberikan materi kelas (online) sebagai dasar pengetahuan akan materi pita magnetik yang dimiliki Lokananta. Sebuah ruang yang terdapat di ujung Galeri Lokananta diubah menjadi ruang kerja yang selanjutnya akan terus beroperasi dalam setiap usaha penyelamatan arsip dan koleksi Lokananta.
Di periode akhir ini, tim Lokananta Archive Project akan menyajikan rangkaian program publik sebagai bagian dari presentasi kepada publik dan masyarakat luas. Pembukaan pameran yang akan diselenggarakan pada tanggal 3 Desember 2025 menandai rangkaian kegiatan yang terdiri dari spesial tur Galeri dan live conservation untuk pengunjung Galeri Lokananta, workshop seputar rekaman fisik seperti piringan hitam dan kaset serta sesi dengar koleksi digitasi seri P3/7.
Caroline Safira Darmawan selaku Kurator galeri Lokananta mengusung judul pameran The Audio Conservators’ Room atau Ruangan Para Konservator Audio. Lewat pameran ini publik dapat memperoleh informasi tentang pita magnetik. Mulai dari sejarahnya, variannya, hingga kerusakan yang kerap terjadi serta cara penanganan yang dilakukan oleh tim.
Informasi disajikan dalam bentuk teks, diagram, foto, dan benda koleksi serta display interaktif yang memungkinkan pengunjung untuk mendengarkan koleksi lagu hasil digitasi. Tim Lokananta Archive Project juga akan menyajikan dokumentasi kegiatan yang dijalani selama lebih kurang lebih 4 bulan ini. Dapatlah dikatakan ia menjadi semacam catatan yang menyertai proses belajar para anggota.
Harapannya rangkaian program publik ini dapat menjadi ruang distribusi informasi dan pengetahuan serta membuka berbagai kemungkinan kolaborasi yang melibatkan partisipasi publik secara luas. Ini sekaligus menjadi momen bagi Lokananta untuk terhubung dengan berbagai kolektif, komunitas, institusi serta lembaga terkait yang memiliki perhatian lebih terhadap praktik kerja pengarsipan.
Selain rangkaian publik, publik dapat turut serta berpartisipasi lewat program masterclass dari EUNIC. Di sesi ini masing-masing kolaborator Lokananta Archive Project akan berbagi informasi terkait studi preservasi dan konservasi, pengarsipan arsip audio analog serta rekaman audio yang terhubung dengan identitas kultural.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Respati Ardi Siapkan Insentif untuk Atlet Disabilitas Solo Berprestasi di ASEAN Para Games 2025
-
Viral Kades Mandi Lumpur di Jalan Rusak, Pemkab Sragen Akui Sempat Masuk Rencana Pembangunan Tapi...
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 124 Kurikulum Merdeka: Menggali Makna Teks
-
Viral Video Kades di Sragen Mandi Lumpur di Jalan yang Rusak dengan Mengenakan Seragam Dinas
-
5 Instruksi KGPH Panembahan Agung Tedjowulan untuk Mengatasi Kisruh di Keraton Surakarta