- FX Hadi Rudyatmo santer dikabarkan definitif sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah menggantikan posisi Plt.
- Teguh Prakosa menyatakan belum menerima Surat Keputusan (SK) resmi penetapan definitif tersebut hingga kini.
- Pengumuman resmi ketua definitif seharusnya dilaksanakan melalui forum tertinggi partai yaitu Konferensi Daerah (Konferda).
SuaraSurakarta.id - Teka-teki mengenai pucuk pimpinan PDI Perjuangan di Jawa Tengah kian memanas.
Nama mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, santer dikabarkan telah ditunjuk secara definitif sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, mengakhiri statusnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
Kabar ini berembus kencang di kalangan internal partai maupun publik, mengingat posisi strategis Jawa Tengah sebagai "kandang banteng".
Rudy, sapaan akrabnya, sebelumnya ditunjuk sebagai Plt Ketua DPD PDIP Jateng menggantikan Bambang Wuryanto atau Bambang "Pacul" yang kini fokus pada tugas di DPP Partai.
Pergantian ini merupakan bagian dari amanat kongres yang melarang pengurus DPP merangkap jabatan di tingkat DPD.
Namun, saat dikonfirmasi mengenai kabar penetapan definitif tersebut, Plt Ketua DPC PDIP Kota Solo, Teguh Prakosa, memberikan jawaban diplomatis. Ia mengaku belum mendengar secara langsung atau menerima surat keputusan (SK) resmi terkait hal itu.
"Saya belum dengar dan saya belum ketemu Pak Rudy juga," terang Teguh Prakosa saat dikonfirmasi pada Jumat (21/11/2025).
Teguh, yang juga mantan Wakil Wali Kota Solo, menegaskan bahwa hingga kini belum ada informasi resmi yang diterimanya, baik dari Rudy secara pribadi maupun surat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Hal ini menimbulkan tanda tanya mengenai kebenaran kabar yang telah beredar.
"Jadi sampai hari ini saya belum ada informasi yang resmi ya, artinya berita yang resmi dari Pak Rudy atau bahkan ada surat dari DPP. Jadi itu saya belum bisa menginformasikan, karena saya belum tahu sendiri, belum dengar sendiri," jelasnya.
Baca Juga: Mencari Suksesor FX Rudy yang Sudah 25 Tahun Memimpin PDIP Solo
Menurut Teguh, mekanisme resmi pengumuman ketua definitif akan dilakukan melalui forum tertinggi partai di tingkat provinsi, yaitu Konferensi Daerah (Konferda). Di forum itulah surat dari DPP akan dibuka dan dibacakan secara resmi di hadapan seluruh kader.
"Nanti surat itu akan dibuka di konferda, resminya seperti itu. Kalau Pak Rudy sudah menyampaikan kepada siapa, saya belum mendapatkan info," ungkapnya.
Suasana penantian ini semakin terasa lantaran jadwal Konferda itu sendiri belum ditentukan. Teguh menambahkan informasi terakhir yang ia dapat adalah Rudy dipanggil ke Jakarta oleh DPP pada Rabu sore, setelah memimpin rapat DPD.
"Nggak tahu teman-teman dari mana, saya juga belum tahu. Saya juga belum konfirmasi, kemarin pas jagong ada Pak ketua DPRD, ada Pak Honda, hanya bilang bapak e (Rudy) ke Jakarta, setelah rapat di DPD dihari rabu terus sorenya dipanggil DPP ke Jakarta," lanjut Teguh.
Ketidakpastian jadwal Konferda diperumit dengan rencana keberangkatan Rudy ke Vatikan pekan depan. Hal ini memunculkan spekulasi apakah Konferda akan dipercepat sebelum keberangkatan Rudy atau justru digelar pada awal Desember setelah ia kembali.
"Kalau SK sudah turun dan diizinin DPP atau setelah, kalau setelah berarti di awal Desember. Ke Vatikan paling tidak itu 9-10 hari biasanya," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi