- Laura menjelaskan awal mula warungnya dilabeli non halal.
- Ini bermula saat sang ayah didatangi sejumlah petugas gabungan saat sidak beberapa hari lalu.
- Laura berjanji akan melakukan klarifikasi jika hasil uji laboratorium keluar pada hari Jumat mendatang.
SuaraSurakarta.id - Warung Bakso Remaja Gading yang berada di Kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo diduga menggunakan bahan non halal.
Pemilik pun membantah dan menegaskan kalau produknya yang dijual tidak mengandung bahan baku non halal.
"Produk makanan yang saya jual tidak mengandung bahan baku non halal," terang Pemilik Warung Bakso Remaja Gading, Thirthania Laura Damayanthie, Senin (3/11/2024).
Laura menjelaskan awal mula warungnya dilabeli non halal.
Ini bermula saat sang ayah didatangi sejumlah petugas gabungan saat sidak beberapa hari lalu.
Saat itu, ayah dan para pekerjanya merasa canggung ditanyai sama petugas.
Itu yang diduga menjadi penyebab warungnya mendapat label non halal.
"Sebenarnya bakso kita itu halal, tapi karena bapak saya waktu diwawancarai (petugas) dia bingung antara halal apa dan non halal apa, dia jawabnya salah, jawabnya itu non halal. Semua bahan itu halal, tidak ada yang pakai babi atau apa itu nggak, karena kita semua juga muslim," ungkap dia.
Laura berjanji akan melakukan klarifikasi jika hasil uji laboratorium keluar pada hari Jumat mendatang.
Baca Juga: Dibuka untuk Umum, Ini Momen Ratusan Siswa Melayat PB XIII di Keraton Solo
Klarifikasi akan dilakukan melalui media sosial.
"Ini cek lab-nya belum keluar. Kira-kira Jumat kalau sudah keluar kita akan klarifikasi di Instagram," jelasnya.
Laura mengaku sempat didatangi warga karena merasa tertipu. Berharap hasil uji segera keluar agar bisa segera mengklarifikasinya kepada pelanggan.
"Harapannya sampel segera keluar jadi kita bisa klarifikasi ke masyarakat dan pelanggan kita biar bisa nanam kepercayaan lagi," tandasnya.
Untuk saat ini warung tutup lebih awal, tadi sempat buka. Karena merasa situasi sudah tidak kondusif.
Ini dilakukan usai usai pada Senin siang, sempat didatangi sejumlah warga yang meminta klarifikasi atas kabar dugaan penggunaan bahan baku non halal di dalam produk dagangannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Keluh Kesah Perajin Tahu Imbas Dolar, Bahan Baku Terus Naik hingga Takut Mengurangi Ukuran Tahu
-
PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar
-
Efek Dolar Naik, Pedagang Pasar Naikan Harga Jual hingga Daya Beli Turun
-
Solo Safari Kini Buka Hingga Malam, Ada Hutan Menyala hingga Spot Foto Menarik
-
Professional Nahdliyin Apresiasi dan Dukung Arahan Prabowo Soal Ekonomi Patriotik