- Ki Jatmiko mengatakan sejak muda bapak sudah melalang buana ke Eropa juga, ke berbagai negara-negara Eropa.
- Ki Bagus Aji menegaskan akan meneruskan cita-cita perjuangannya dengan menjaga marwah gaya pakeliran Anom Suroto.
- Pelayat yang berada di lokasi langsung menangis saat mobil ambulance tiba.
SuaraSurakarta.id - Isak tangis mewarnai para pelayat saat jenazah Ki Anom Suroto di Ndalem Kebon Seni Timasan Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo dari RS Dr Oen Kandangsapi Kota Solo, Kamis (24/10/2025).
Pantauan di lapangan, jenazah Ki Anom Suroto tiba di Ndalem Kebon Seni Timasan sekitar pukul 10.10 WIB.
Pelayat yang berada di lokasi langsung menangis saat mobil ambulance tiba.
Kemudian para pelayat langsung memanggul peti jenazah dari mobil ambulance menuju pendopo ndalem kebon seni yang sudah disiapkan.
Keluarga dan pelayat mencoba melihat wajah Ki Anom Suroto saat peti jenazah dibuka. Air mata keluarga dan pelayat langsung tak terbendung.
Di sekitar peti jenazah dipasang foto Ki Anom Suroto yang mengenakan beskap lengkap. Selanjutnya bingkai foto diberi melati.
Karangan bunga dari berbagai tokoh maupun lembaga berjejer di halaman ndalem kebon seni Timasan tersebut.
Salah satu putranya Ki Bagus Aji Pamungkas yang ikut rombongan dari rumah sakit mengaku tak bisa membendung kesedihannya saat jenazah tiba di ndalem kebon seni Timasan.
Ki Bagus Aji menegaskan akan meneruskan cita-cita perjuangannya dengan menjaga marwah gaya pakeliran Anom Suroto.
Baca Juga: Dalang Ki Anom Suroto Sebut Sosok Pandawa Lima Ada di Anies Baswedan, Apa Artinya?
"Titip yo Pras, tutuk no lakune bapak. Kudu ngati-ngati, tetap di jalur pakeliran gaya beliau. Walaupun akan di variasi tapi ojo ngasih ninggal paugran, itu dawuh yang saya terima," terangnya, Kamis (24/10/2025).
"Insya allah, insya allah nanti saya akan meneruskan jejak beliau, seperti amanah beliau yang disampaikan ke saja," kata dia.
Ki Baju Aji mengatakan bapak terakhit mendalang itu di Sukoharjo bertiga dengan dirinya.
"Bapak terakhir mendalang itu beberapa bulan yang lalu. Bertiga, Saya, bapak, sama Om Bagong di Sukoharjo," ungkapnya.
Sementara itu salah satu putranya Ki Jatmiko mengatakan beliau merupakan sosok yang sangat luar biasa. Karena beliau sebagai gurunya, soko guru, babone dalang se-Indonesia.
"Itu satu-satunya bapak yang masih sugeng hingga terakhir ini. Setelah Pak Anom ini entahlah sudah tidak ada lagi soko gurunya dalang Indonesia, internasional juga," jelas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi