- KPA Solo menyoroti keberadaan grup "Gay Surakarta" di Facebook.
- Komunitas sejenis dinilai rentan terhadap penyebaran AIDS.
- KPA mengingatkan pentingnya edukasi dan pencegahan HIV/AIDS.
SuaraSurakarta.id - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Solo ikut menanggapi adanya grup publik sejenis "Gay Surakarta dan Sekitarnya" di media sosial (medsos) Facebook (FB).
KPA menyebut kalau komunitas suka sejenis itu sangat rentan dengan penyebaran AIDS.
Pengelola Program KPA Solo, Tommy Pranoto mengatakan ada lima komunitas populasi kunci yang rentan tertular dan menularkan.
Kelima komunitas tersebut, ada Lelaki Seks dengan Lelaki (SLS), Perempuan Pekerja Seks (PSP), waria, pemakai narkoba suntik, hingga pelanggannya.
"Ini ada sebenarnya, cuma kalau komunitas tersebut sulit untuk kita komunikasikan," ujarnya saat ditemui, Senin (22/9/2025).
Tommy mengatakan selama ini menjangkau atau mendampingi populasi mitra kunci itu bekerjasama dengan LSM. Itu menjangkau dan menggiring dengan tes kemudian setelah diketahui positif lalu ada LSM yang mendampingi mereka yang positif.
"Mereka didampingi untuk ikut terapi. Itu ada yang mendampingi memang, jadi diajak untuk tes," kata dia.
Tommy mengaku selama ini ikut memantau adanya komunitas atau grub tersebut. Itu LSM yang mendampingi juga ada, cuma itu agak sulit diketahui.
"Artinya secara fisik tidak bisa diketahui. Misalnya, waria itu kan mereka ini genah waria. Kalau itu memang sulit diketahui, sulit diketahuinya karena mereka itu masih berbaur dengan masyarakat dan komunitas mereka itu sulit dimasuki orang-orang yang tidak komunitasnya," paparnya.
Baca Juga: Granat Ditemukan Ditumpukan Rongsok, Akan Dicek di Mako Brimob Boyolali
Tommy mengakui hanya menganalisa terkait temuan kasus yang ada saat ini. Itukan banyak ditemukan anak-anak yang masih remaja usia 15-19 tahun, itu kan sudah mulai diketahui terdiagnosis HIV.
"Nah, sehingga KPA Solo melangkah untuk bagaimana remaja ini bisa tersosialisasi pengetahuan HIV dengan benar. Kami sejak 2023 sudah mulai mensosialisasikan melalui MPLS," terang dia.
"Penularannya itu karena mereka menyimpang sex, yang itu jarang kita temui. Mereka sesama jenis lah, kalau sesama jenis satu terinfeksi lalu berhubungan maka bisa menular. Karena penularan HIV itu melalui cairan darah, cairan sperma dan juga air susu," lanjutnya.
Mengenai grup-grup komunikasi yang ada di media sosial, KPA Solo sudah menyasar sektor komunikasi digital untuk bisa menjaring komunitas terkait. Ini kemudian akan ditindaklanjuti dengan penanganan komperhensif mulai dari tes, pengobatan, atau pencegahan.
"Untuk komunitas SLS yang sudah lama bisa kami dekati untuk ikut tes, kalau tertular ya harus segera terapi kalau tidak tertular kita upayakan pencegahan. Ini sudah dilakukan tapi memang belum semua," tandas dia.
"Untuk komunitas terkait, kami harap ikut menyebarkan informasi positif, jangan malah menambah komunitas sesama jenis. Kami harap ini bisa merubah perilaku kawan-kawan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Termasuk di Wonogiri, Bayer Panen Raya di 4 Daerah, Produktivitas Jagung Didorong Naik
-
Jokowi Tetap Yakin PSI Tembus Senayan 2029 Meski Ambang Batas Bisa Naik
-
Jokowi Buka-bukaan soal Riwayat Sekolah Gibran di Singapura: Masak Disuruh Ikut Paket C Lagi!
-
Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak
-
BRI InFrame 2026 Hadirkan Cerita Ekonomi Kerakyatan Lewat Fotografi