SuaraSurakarta.id - Sejumlah objek vital di Kota Solo masih dijaga oleh aparat TNI/Polri pasca aksi yang berujung kerusuhan kemarin.
Apalagi saat ini Kota Solo masih status darurat siaga bencana selama tujuh hari ke depan sejak, Sabtu (30/8/2025) kemarin.
Wali Kota Solo Respati Ardi tidak mempermasalahkan dan mendukung. Karena ini untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kita intinya terbuka sama TNI/Porli, jadi objek vital ini harus kita jaga bersama. Jangan sampai di daerah lain itu, kita belajar dari daerah lain karena tidak ada koordinasi," terangnya saat ditemui, Rabu (3/8/2025).
"Justru ini pas koordinasi terus. Supaya hal yang tidak diinginkan bisa diantisipasi," lanjut dia.
Sejumlah objek vital yang masih dijaga itu, di Balai Kota Solo, Loji Gandrung, DPRD Solo maupun yang lain termasuk tempat usaha milik warga atau swasta.
"Semua ya, semua tempat usaha milik warga atau swasta termasuk objek vital. Jadi kita jaganya tidak hanya bangunan milik negara, di swasta pun yang permohonan untuk bisa ada kolaborasi keamanan juga kita layani," ungkapnya.
"Loji Gandrung juga. Itu kan rumah rakyat, punya negara. Jadi semua harus dijaga baik-baik," ucap dia.
Meski demikian, Respati cukup percaya diri dengan gerakan warga Solo ini. Ini menandakan warga Solo mulai ikut memiliki fasilitas umum dan fasilitas sosial, jadi ikut menjaga.
Baca Juga: Tokoh Budaya Solo Kecam Aksi Perusakan: Ini Mencoreng Kota Budaya
"Saya cukup percaya diri dengan gerakan warga Solo," katanya.
Respati mengaku ini permintaan mereka bukan dari pemkot. Tentunya koordinasi semua objek vital negara, bangunan-bangunan milik rakyat harus dijaga bersama.
"Ya dua hari lagi lah kondisi ini berlangsung. Ini dilakukan saat melihat pengajuan kegiatan yang ada di Kota Solo," jelas dia.
Seperti diketahui sejumlah fasilitas umum rusak dan dibakar saat aksi yang berujung ricuh, Jumat (29/8/2025). Bahkan gedung DPRD Solo juga dibakar oleh masa.
Wali Kota Solo Respati Ardi pun menetapkan status siaga darurat selama tujuh hari sejak, Sabtu (30/8/2025) kemarin.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
BRI Peduli Ajak Kelompok Tani di Jawa Barat Tanam 24.000 Mangrove
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Air Makin Langka, Warga Sukoharjo Terpaksa Mandi Sehari Sekali demi Berhemat