Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 13:45 WIB
Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo. [Suara.com/dok]

SuaraSurakarta.id - Beredarnya kabar hoax atau isu yang sengaja dihembuskan kalau ada peserta demo di Solo tertembak peluru karet dari petugas.

Kabar tersebut dibantah secara tegas oleh Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo.

"Kami tegaskan tidak benar adanya petugas menggunakan senjata peluru karet atau peluru tajam dalam pengamanan peserta aksi unjuk rasa," tegasnya, Sabtu (30/8/2025).

Mantan Kapolres Ponorogo itu menandaskan bahwa, pengamanan unjuk rasa di Kota Solo telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Pernyataan Catur Cahyono Wibowo ini menyusul adanya informasi seorang driver ojol terluka di bagian betis akibat terserempet peluru karet saat aksi unjuk rasa di sekitar Mako Brimob, Manahan, Solo.

Korban mendapat pertolongan pertama di belakang selter nomor 7 oleh rekan-rekan sesama demonstran dan seorang personel TNI.

Namun, karena asap gas air mata semakin pekat dan membuat pernapasan sesak, driver itu akhirnya dibopong ke lokasi yang lebih aman.

Tak lama kemudian, peserta aksi unjuk rasa tersebut dibawa ke ambulans oleh tim medis yang sudah siaga di lapangan.

Sedang berkaitan laporan adanya petugas medis terluka saat terjadi aksi unjuk rasa, Kapolresta telah menerima laporan tersebut dari korban dan akan memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga: Demo di Solo Disusupi Perusuh, Bentrok Pecah hingga Malam Hari

“Adanya kejadian petugas medis yang terluka, Propam sudah menerima laporan dan akan memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tandas Perwira Menengah Berpangkat Melati Tiga itu.

Pasca unjuk rasa di sejumlah titik, Kapolresta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang tetap menjaga kondusivitas Kota Solo, serta mengimbau masyarakat agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai sesuai aturan hukum yang berlaku.

Load More