SuaraSurakarta.id - Oknum kepala SMA swasta di Kota Solo diduga menjadi pelaku penipuan dengan berkedok koperasi simpan pinjam (KSP).
Terbaru, sejumlah korban mengadu ke Polresta Solo, Sabtu (28/6/2025) sore karena tak kunjung mendapatkan kejelasan.
Didampingi, advokat yang tergabung di Kantor Hukum Dr BRM Kusumo Putro SH MH and Partners, korban mengadukan oknum kepsek berinisial W sebagai Ketua KSP Kopdit Perdana Sari Surakarta.
Pengaduan itu diketahui dalam perkara dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan sesuai pasal 378 KUHP dan 372 KUHP.
Ketua Tim Advokasi, Dr BRM Kusumo Putro menegaskan, korban koperasi yang terjadi di Kota Solo ini mungkin yang terbesar.
Sebab delapan kliennya yang menjadi korban mengalami kerugian sekitar Rp miliar. Ini belum termasuk korban lain yang diperkirakan mencapai ratusan.
"Sebagian besar korban setelah menjadi anggota koperasi yang nilai sangat bervariatif, tidak menerima bunga deposito atau tabungan 12% setiap tahun seperti yang dijanjikan oleh pengelola koperasi," jelasnya.
Dia bersama timnya meminta penyidik segera mengusut kasus ini agar para korban secepatnya mendapat kepastian hukum.
Disamping itu, Kusumo menyayangkan Dinas Koperasi Pemkot Solo yang tidak dapat melindungi masyarakat yang menabung di koperasi.
Baca Juga: Diduga Gelapkan Dana Talangan Rp 1,5 Miliar, Direktur IHS Solo Duduk di Kursi Pesakitan
Sebab koperasi resmi atau legal yang diadukan klien kami sampai sekarang sudah tutup, namun dinas terkait sepertinya tidak bisa memberikan perlindungan kepada masyarakat yang menginvestasikan di koperasi.
"Langkah pengaduan ini kami lakukan karena para klien yang sudah berkali-kali mencoba untuk menagih janji dari koperasi namun tidak digubris," terangnya.
Sejumlah korban juga angkat bicara. Betapa sedihnya mereka berniat untuk menginvestasikan uangnya di koperasi, namun justru uangnya raib.
"Memikirkan masalah ini, sampai istri saya yang mendepositokan uang hingga Rp 300 juta sampai meninggal dunia," kata Bambang (67) warga Nayu, Nusukan yang turut mengadu ke Polresta.
Korban lain yakni Sudarsono yang mendopositokan uangnya hingga Rp 125 juta, baru sekitar Rp 20 juta dapat diambil.
''Kami sering mendatangi rumah teradu yang saat ini masih aktif bekerja sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) di salah satu SMA swasta di Solo, namun tidak pernah ditemui," urainya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya