Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 05 April 2025 | 17:25 WIB
Bus yang membawa pemilir di Terminal Tirtonadi Solo, Jawa Tengah, Sabtu (5/4/2025). ANTARA/Aris Wasita

SuaraSurakarta.id - Pemudik asal beberapa daerah di Solo Raya,  kembali ke perantauannya dengan menggunakan program balik gratis dari Kementerian Perhubungan RI.

Kepala SDM dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Kementerian Perhubungan Eko Agus Susanto, mengatakan jadwal keberangkatan peserta balik atau milir gratis angkutan Lebaran 2025 dilaksanakan secara serentak pada Sabtu pukul 09.00 WIB.

Keberangkatan dari sembilan terminal yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan dengan total penumpang keseluruhan berjumlah 5.896 penumpang, salah satunya dari Terminal Tirtonadi Solo.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian program mudik gratis angkutan jalan tahun 2025 yang dilaksanakan dari lima terminal di Jabodetabek pada 27-28 Maret 2025 dengan menyediakan sarana angkutan bus dan truk pengangkut sepeda motor.

Baca Juga: Pasca-Lebaran 2025, Ekonomi RI Diprediksi Pulih Berkat Stabilitas Harga Pangan

Sedangkan, jumlah keberangkatan arus milir sebanyak sembilan kota yaitu Surabaya, Madiun, Wonogiri, Solo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Semarang, Cirebon, dan Palembang.

Pihaknya mencatat kegiatan arus mudik dan milir angkutan jalan tahun 2025 ini berdasarkan rencana dan operasi memiliki total kuota sebanyak 21.536 peserta dengan tujuan mudik ke 31 kota, dengan rincian di Jawa Barat sebanyak tiga tujuan, Jawa Tengah dan di Yogyakarta sebanyak 20 kota tujuan.

Sedangkan, tujuan Jawa Timur sebanyak lima kota tujuan serta empat kota tujuan di Pulau Sumatera.

Sedangkan, angkutan sepeda motor sebanyak 300 unit yang terdiri dari 150 unit untuk mudik dan 150 unit untuk milir di kota tujuan mudik kota asal yaitu Madiun, Wonogiri, Solo, Yogyakarta dan Purwokerto.

Sementara itu, pihaknya berharap kegiatan tersebut bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang ingin berlebaran bersama keluarga di kampung halaman pada momentum Idul Fitri kali ini.

Baca Juga: Libur Lebaran, Polresta Solo Siagakan Pengamanan di Solo Safari

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani berharap pemudik maupun awak armada memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima.

"Periksa kembali kondisi kendaraan agar perjalanan lebih aman dan nyaman, patuhi aturan lalu lintas gunakan jalur yang telah ditentukan dan patuhi arahan dari petugas di lapangan untuk menghindari kepadatan serta kecelakaan di perjalanan," kata Astrid.

Sebelumnya, Polda Jawa Tengah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa jalur satu arah atau "one way" pada masa arus balik Lebaran mulai dari gerbang Tol Kalikangkung Semarang hingga Brebes pada Jumat malam.

Petugas melakukan sterilisasi jalur B dari wilayah barat hingga gerbang Tol Kalikangkung Semarang sebelum akhirnya jalur satu arah dimulai pada pukul 20.05 WIB.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto mengatakan pembukaan jalur satu arah dilakukan oleh Ditlantas Polda Jawa Tengah.

Menurut dia, kepadatan arus lalu lintas dan adanya perlambatan arus menuju Jakarta menjadi salah satu penyebab pemberlakuan jalur satu arah lokal di wilayah Jawa Tengah.

"Rekayasa lalu lintas ini diharapkan bisa mengurai kepadatan arus balik di wilayah Jawa Tengah," katanya.

Sebelumnya, pihak kepolisian sempat memberlakukan sistem lawan arus atau "contra flow" di ruas Tol Semarang-Batang pada Jumat sore.

Sistem lawan arah yang dimulai dari KM 390 hingga 385 di wilayah Kabupaten Batang tersebut dilakukan karena peningkatan kepadatan arus di ruas tol Trans Jawa ini yang menuju wilayah barat.

Sementara berdasarkan data Pos Terpadu Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, bahwa jumlah kendaraan yang melintas masuk dari arah timur ke barat sejak pukul 06.00 hingga 17.00 WIB tercatat mencapai 33.273 kendaraan.

Arus balik kendaraan di gerbang Kalikangkung mulai menunjukkan peningkatan sejak pukul 09.00 WIB.

Kendaraan yang melintas masuk gerbang Tol Kalikangkung mencapai angka di atas 3.000 unit per jam. [ANTARA]

Load More