Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Rabu, 02 April 2025 | 22:28 WIB
Ilustrasi sayuran di pasar. [Pexels/Julia Volk]

SuaraSurakarta.id - Ekonomi RI diprediksi pulih setelah momen Lebaran 2025.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengatakan, salah satu faktor momen perbaikan ekonomi adalah harga pangan yang cenderung terkendali.

"Ini adalah tanda-tanda yang baik untuk Indonesia. Dengan kenaikan UMR 6,5 persen di awal tahun, serta kenaikan gaji guru dan terkendalinya harga pangan," kata Fakhrul Rabu (2/4/2025).

Menurutnya, di banyak daerah, pada H+1 Lebaran 2025, pergerakkan harga bahan pokok di pasar terpantau stabil.

Baca Juga: Temui Jokowi di Solo, Luhut Binsar Pandjaitan: Selesai Ramadan, Tetap Memelihara Santun

Ia mencontohkan pergerakkan harga bahan pokok di Kabupaten Bojonegoro. Mengutip sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur per tanggal 2 April 2025 pagi, beras premium stabil dengan harga Rp15.000/kg, harga gula kristal putih Rp17.250/kg, harga minyak goreng kemasan premium 1 liter stabil dengan harga Rp21.000

Cabai merah keriting juga stabil dengan harga Rp50.000/kg, harga cabai merah besar Rp45.000/kg dan cabai rawit merah stabil dengan harga Rp95.000/kilogram.

"Adapun Indonesia tetap berada dalam kondisi yang stabil di tengah fenomena eggflation yang melanda berbagai negara," ujarnya.

Ia mengatakan produksi telur nasional melimpah, harga tetap terkendali, dan pasokan terjaga, berbeda dengan negara lain yang mengalami lonjakan harga akibat krisis pasokan dan wabah flu burung.

Per Maret 2025, harga telur ayam ras nasional berada di kisaran Rp29.475 per kilogram, lebih rendah dibandingkan negara lain seperti Swiss, Selandia Baru, dan Amerika Serikat yang mengalami kenaikan harga signifikan.

Baca Juga: Wali Kota Solo Imbau Pedagang Jujur: Jangan 'Ngepruk' Harga Saat Libur Lebaran

Sementara itu, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat sejumlah komoditas pangan secara umum, yakni telur ayam ras di harga Rp29.450 per kg.

Berdasarkan data dari PIHPS, tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya, yakni bawang merah di harga Rp50.150 per kg, bawang putih di harga Rp46.150 per kg.

Selain itu beras kualitas bawah I di harga Rp13.450 per kg; beras kualitas bawah II Rp13.950 per kg; beras kualitas medium I Rp14.350 per kg; begitu pun beras kualitas medium II di harga Rp13.800 per kg. Lalu, beras kualitas super I di harga Rp16.250 per kg; dan beras kualitas super II Rp15.450 per kg.

Selanjutnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp51.750 per kg; cabai merah keriting Rp53.200 per kg; dan cabai rawit hijau Rp43.600 per kg.

Kemudian, daging ayam ras di harga Rp38.350 per kg, daging sapi kualitas I Rp135.950 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp124.150 per kg.

Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.550 per kg; gula pasir lokal Rp18.550 per kg.

Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp19.700 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp22.350 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp20.300 per liter.

Di sisi lain, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengungkapkan bahwa momen perbaikan ekonomi setelah Idul Fitri 1446 H sudah terlihat dari ramainya pusat-pusat hiburan masyarakat.

"Di momen Idul Fitri 1446H, saya telah melihat adanya momen perbaikan ekonomi. Ini terlihat dari ramainya pusat-pusat hiburan masyarakat di berbagai daerah, seperti padatnya Taman Margasatwa Ragunan, Kepulauan Seribu dan banyak tempat lainnya se-Indonesia," ujar Fakhrul.

Menurut dia, hal ini merupakan tanda-tanda yang baik untuk perekonomian Indonesia.

"Dengan kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) 6,5 persen di awal tahun, serta kenaikan gaji guru dan terkendalinya harga pangan," katanya. [ANTARA]

Load More