SuaraSurakarta.id - Warga Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo digegerkan dengan penangkapan dua remaja hingga viral di media sosial.
Dua remaja itu sempat dituduh sebagai klitih namun ternyata bukan. Beruntung, polisi segera tiba di lokasi dan menyelamatkan keduanya.
Kapolsek Grogol, AKP Kurniawan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa dua remaja berusia sekitar 16 tahun diduga oleh warga sebagai pelaku klitih—aksi kriminal jalanan yang marak terjadi di beberapa daerah—dan sempat diamankan di balai desa untuk menghindari amukan massa.
"SPKT Polsek Grogol menerima laporan dari warga Cemani tentang adanya dua remaja yang dicurigai sebagai pelaku klitih. Mereka diamankan di balai desa karena massa sudah mulai berkumpul dan situasi semakin tegang," kata AKP Kurniawan, Kamis (10/10/2024).
Kecurigaan warga dipicu oleh insiden sebelumnya, di mana sekelompok anak muda terlihat berkeliling menggunakan sepeda motor di sekitar kantor Desa Cemani pada Minggu (6/10/2024) dini hari.
Rekaman CCTV menunjukkan bahwa kelompok tersebut sempat dikejar warga, tetapi berhasil menghindar.
"Dua remaja ini diduga terlibat dalam kelompok tersebut. Namun, saat kami tiba di balai desa, massa sudah berkerumun dan beberapa di antaranya emosi, siap melakukan tindakan main hakim sendiri," ungkapnya.
Beruntung, polisi segera tiba di lokasi dan berhasil meredam situasi. Kedua remaja tersebut dievakuasi ke Polsek Grogol dalam keadaan selamat.
Setelah dilakukan klarifikasi dengan perangkat desa, diketahui bahwa kedua remaja tersebut bukan pelaku klitih seperti yang dituduhkan.
Baca Juga: Sempat Viral, Polres Sukoharjo Tangkap 3 Pelaku Pembawa Senjata Tajam
"Mereka warga Desa Cemani juga, dan tidak terlibat dalam aksi klitih. Mereka hanya sering nongkrong dan berkeliling dengan sepeda motor," kata Kurniawan.
Di Polsek Grogol, kedua remaja tersebut diberi pembinaan agar tidak lagi berkumpul atau konvoi di malam hari, terutama di perkampungan, untuk menghindari kesalahpahaman di masa mendatang.
Kapolsek Grogol juga menghimbau warga agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta mengingatkan orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka di luar rumah, terutama setelah pukul 22.00 WIB.
"Kami juga mengimbau orang tua untuk lebih waspada dalam memantau pergaulan anak-anak mereka. Sebaiknya, anak-anak sudah berada di rumah setelah pukul 22.00 WIB," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe
-
Duh! Gusti Moeng Diancam Disomasi 2x24 Jam dan Dituduh Curi Gamelan Sekaten
-
BRI Hadirkan Momen Haru, Yuni Lestari Bertemu Sang Ibu Setelah 10 Tahun di Taiwan
-
BRI Perluas Ekosistem Digital di Taiwan Lewat Peluncuran BRImo Taiwan
-
Oktafianus Fernando Resmi Gabung Persis Solo, Bidik Promosi Super League