Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Minggu, 29 September 2024 | 18:47 WIB
Deputi II Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas RI, Nyoto Suwignyo saat memberikan penjelasan. (Suara.com/Ari Welianto)

"Pemborosan makanan yang terjadi di Indonesia bisa berimbas ke berbagai sektor termasuk impor. Jadi pemerintah dan masyarakat harus sadar dan menggalakkan program moralitas pangan," jelas dia.

Dalam kesempatan ini, Nyoto menyebut tingkat pemborosan pangan di Indonesia mencapai 30 persen per tahun. Melihat kondisi itu Bapanas telah menyusun sejumlah rancangan termasuk draft peraturan pemerintah untuk menekan pemborosan pangan.

"Mendorong pemerintah untuk menyusun aturan sebagai mana peta jalan food lost and food waste. Harus ada regulasi yang mendasari, Bapanas juga siapkan draft rancangan Perpres bermuatan tata kelola yang lebih baik dalam mengelola food lost and food waste. Ini akan menjadi pedoman baik pemerintah pusat sampai daerah," sambung dia.

Nyoto mengakui ini akan efektif jika perpres sudah ditekan presiden. Optimis ini akan efektif, karena banyak pihak baik pemerintah, penggiat, hingga universitas yang ikut terlibat.

Baca Juga: Gibran dan Selvi Ananda Masih Terdaftar DPT Solo, Nyoblos di TPS Mana?

"Apakah efektif? Efektif jika perpres diteken bapak presiden. Kami sangat optimis efektif," pungkasnya.

Kontributor : Ari Welianto

Load More