SuaraSurakarta.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo ikut mengomentari soal pendaftaran perlindungan merek logo jersey timnas sepakbola Indonesia di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) yang dilakukan oleh PSSI.
Kasus tersebut ramai menjadi perbincangan publik. Tak sedikit yang mengkritik pendaftaran logo jersey timnas tersebut.
Dito menyebut bahwa itu persoalan tersebut merupakan bagian dari komersialisasi produk olahraga. Ia pun enggan menanggapi polemik yang tengah terjadi di masyarakat.
"Itu masalah komersialisasi ya. Saya rasa kemenpora tidak memiliki kewenangan," terang dia saat ditemui di Balai Kota Solo, Jumat (21/6/2024).
Dito menegaskan karena masalah ini sudah menjadi perhatian publik. Maka PSSI dan lembaga yang menangani apparel untuk menjelaskan ke publik.
"Tapi karena sudah menjadi perhatian publik juga. Itu nanti kami akan meminta dari PSSI beserta lembaga yang menangani apparel itu akan menjelaskan ke publik," jelasnya.
Seperti diketahui, logo garuda di Jersey Timnas Sepakbola Indonesia itu didaftarkan atas nama PSSI pada 4 April 2024 dengan nomor permohonan DID2024030570. Sontak, masalah itu
ramai diperbincangkan di media sosial.
Lambang Garuda Indonesia dengan latar belakang perisai hitam itu didesain oleh Mills sebagai apparel yang memproduksi Jersey Timnas tahun 2022.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga: Menpora Apungkan Motivasi NPC Indonesia Hattrick Juara Umum ASEAN Para Games 2023 Kamboja
Berita Terkait
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Kenang Ki Anom Suroto, Respati Ardi Branding Kota Solo dengan Karya Jingle 'Solo Berseri'
-
5 Destinasi Wisata Kota Solo Paling Nyaman untuk Lansia, Minim Naik-Turun Tangga
-
5 Mobil Bekas Rp150 Jutaan yang Bikin Anda Tampil Ala 'Orang Kaya Lama'
-
7 Fakta Panas Kemelut Keraton Solo: Intervensi Pemerintah hingga Polemik Dana Hibah!
-
Sapa Warga Solo, Film 'Tuhan Benarkah Kau Mendengarku?' Ruang Refleksi Keluarga Indonesia