SuaraSurakarta.id - Kasus dugaan perusakan Dalem Tumenggungan atau bekas Kepatihan Mangkunegaran memasuki babak baru.
Pelaporan dugaan tindak pidana perusakan ke Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X sudah mendapat tanggapan.
Bahkan sudah dilakukan gelar perkara oleh Tim PPNS BPK Wilayah X untuk menentukan ada tidaknya tindak pidana.
"Itu baru ada gelar perkara dengan korwas PPNS, Polresta Solo dan Polda Jateng. Tapi memang kita baru mendalami perkara itu masuk perusakan, kesengajaan atau tidak," terang Kepala BPK Wilayah X Manggar Sari Ayuati, Kamis (20/6/2024).
Menurutnya karena memang kalau perusakan pada saat bongkar diregistrasi juga, komponennya juga diamankan.
"Tapi dari segi perizinannya bagaimana. Jadi kita baru mendalami sampai itu, baru penyelidikan,” katanya.
Manggar mengatakan komponen bangunan yang dibongkar masih disimpan oleh pihak pemiliknya. Itu masih di lokasi, kalau untuk membangun kembali pemilik harus berkoordinasi dengan BPK Wilayah X terlebih dahulu.
"Katanya disimpan sama yang pemiliknya. Diamankan, masih di tempat. Kalau mau dibangun lagi memang harus studi dulu, harus mendengarkan penjelasan dari saksi-saksi. Masih dalam proses ini, kita belum melakukan apapun baru penyelidikan ini jadi nanti merujuknya kemanan kasus ini," ungkap dia.
Kalau untuk membangun dan mengembalikan seperti dulu lagi tidak harus menunggu proses penyelidikan selesai.
Baca Juga: Kirab Obor dan Gunungan Jajanan Pasar Semarakkan Malam Takbir di Pura Mangkunegaran
"Nggak harus. Tapi studinya memang layak, nanti tetap berkoordinasi dengan kami, yang jelas itu cagar budaya tingkat kota dan koordinasi juga sama dinas kebudayaan kota,” sambungnya.
Komponen bangunan sebagian besar itu kayu dan tentu penyimpanan dilakukan di tempat yang aman. Ini juga untuk mengantisipasi adanya kerusakan.
"Tentu di tempat terlindung setahu saya begitu. Pertimbangan juga kayu yang sudah lapuk. Mereka menyimpannya punya standar sendiri karena mereka berniat mengembalikan,” ujar dia.
Sementara itu Pelapor dugaan perusakan Pendopo Kepatihan, Bambang Ary mengatakan sudah mengirimkan surat dua kali ke Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X.
Surat yang kedua itu kalau tidak ditanggapi terkait pelaporan soal dugaan perusakan Ndalem Tumenggungan yang sudah lebih dari satu tahun maka akan dilakukan upaya hukum lain diantaranya ke Ombudsman dan lainnya.
"Surat baru ditanggapi itu tanggal 6 atau 7 Juni kemarin. Intinya bulan ini mau dilakukan gelar perkara," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Pembukaan Akses Secara Paksa, Kubu PB XIV Purboyo Tegas akan Lawan Usai dapat Ancaman dan Intimidasi
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Tanamkan Karakter dan Wawasan Anak
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL
-
Burnout 2026 Siap Guncang Solo, Seringai hingga Lucky Draw 2 Motor Chopper