SuaraSurakarta.id - Ketua KPU Jateng, Handi Tri Ujiono buka suara terkait dengan maraknya spanduk-spanduk tokoh politik yang bersebaran jelang Pilgub Jateng.
Handi memaparkan, pihaknya saat ini gencar melakukan sosialisasi Pilgub Jateng yang akan digelar tanggal tanggal 27 November 2024 mendatang.
"Kami menekankan terkait dengan mekanisme hingga syarat pencalonan dengan sasaran partai politik, termasuk jalur individu atau perseorangan ," kata dia, Kamis (9/5/2024).
Dari pantauan di lapangan, sejumlah baliho dan spanduk mulai bermunculan jelang kontestasi Pilgub Jateng 2024.
Sebut saja seperti, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono yang bertebaran di wilayah Jawa Tengah.
Sejak dua bulan terakhir, spanduk dan baliho mantan asisten pribadi (aspri) Prabowo Subianto itu telah terpasang di sejumlah titik strategis di wilayah Jawa Tengah.
Selain itu, juga ada spanduk Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi yang terpasang sejak lebaran pertengahan Bulan April lalu. Dalam spanduk yang menampilkan jendral bintang dua tersebut, juga disertai dengan ucapan lebaran dan pesan Kamtibmas.
Terakhir, spanduk dari Bupati Kendal Dico Ganinduto yang dipasang sejak dua pekan terakhir. Politisi dari Partai Golkar itu, menuliskan tagline #JATENGLEBIHBAIK yang bersebelahan dengan foto Dico Ganinduto.
Ketua Bawaslu Jateng, Muhammad Amin mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat ke Pemerintah Daerah/ Kota terkait netralitas TNI/ Polri, ASN maupun Kepala Desa sejak Bulan Januari 2024 lalu. Bahkan, dalam waktu dekat ini akan melakukan sosialisasi serentak terkait netralitas di wilayah Jateng.
Baca Juga: Soal Pikada Solo, Kevin Fabiano Pegang Prinsip Petuah Jawa, Alon-alon Waton Kelakon
"Namun, itu tergantung dari anggaran masing-masing Bawaslu di daerah. Mengingat, anggaran bergantung pada APBD masing-masing daerah," ujarnya.
Disinggung kawasan rawan di wilayah Jateng, Amin mengatakan, pihaknya masih melakukan pemetaan. Namun, berdasar data saat penyelenggaraan Pemilu 2024 lalu, ada sejumlah wilayah. Diantaranya, Kabupaten Semarang, Boyolali, Rembang, Tegal, Demak dan Brebes.
"Seperti di kawasan Boyolali, kan ada gesekan disana itu," ujarnya.
Saat ini, pihaknya mengkhawatirkan terkait dengan partisipasi pengawasan yang masih rendah dalam penyelenggaraan Pilkada. Mengingat, masyarakat hanya sebatas menyalurkan suara tanpa melakukan pengawasan.
"Kesadaran masyarakat maupun penyelenggara ini masih rendah. Sehingga, mampu menciptakan pemimpin yang benar-benar seperti harapan masyarakat," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi