SuaraSurakarta.id - Dalam rangka mewujudkan Kota Solo bebas dari penyakit masyarakat (pekat), Polresta Solo secara rutin menggelar operasi cipta kondisi dengan sasaran miras, judi, narkoba, senjata tajam dan prostitusi jalanan.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Iwan Saktiadi, melalui Kasat Samapta Kompol Arfian Riski Dwi Wibowo, mengatakan Tim Sparta tadi malam dini hari Sabtu (27/04/2024) sekira pukul 01.30 WIB telah mengamakan tujuh pelaku yang sedang pesta miras di jalan Sidomukti, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.
"Tim Sparta Sat Samapta Polresta Solo melaksanakan kegiatan patroli rutin di wilayah hukum Polresta Solo, mendapatkan informasi dari Call Center Tim Sparta bahwa terdapat kegiatan konsumsi miras ilegal yang meresahkan warga," ucap Kompol Arfian.
"Kemudian Tim sparta mendatangi lokasi yang sesuai dengan informasi dari pelapor yaitu di jalan Sidomukti Utara tepatnya di Sekitar Kantor Kelurahan Pajang, namun saat tim sparta tiba warga yang dicurigai habis pesta miras sedang bersembunyi dirumah salah satu warga sekitar untuk menghindari petugas," ujarnya.
Kasat Samapta menjelaskan setelah dilakukan penyisiran di sekitar lokasi, para pelaku yang sedang bersembunyi di rumah warga berhasil diamankan oleh tim sparta beserta dengan miras yang dikonsumsinya.
"Adapun identitas ketujuh pelaku yang diamankan adalah M (41), DE (30), MZ (19), DS (19), YS (27), AP (30), dan BW (38)," paparnya.
Sedangkan barang bukti yang berhasil disita oleh petugasl dilokasi kejadian adalah 2 botol air mineral ukuran 1,5 liter berisi ciu.
"Selanjutnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ketujuh pelaku beserta barang buktinya di bawa ke mako Polresta Surakarta untuk di tindak lanjuti sesuai prosedur Tipiring," pungkas Kasat Samapta.
Baca Juga: Bikin Resah Warga Karena Mabuk Sambil Main Gitar, Tujuh Pemuda Diamankan Tim Sparta
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Cerita Pedagang yang Tiba-tiba Naik ke Desil 10, Kaget dan Tak Terima Bantuan Lagi
-
Sampah Pasar Malam Sekaten Menumpuk di Alun-alun Kidul Keraton Solo
-
Tuntas Direnovasi, 10 Warga Wonogiri Kini Dapatkan Rumah Sederhana Layak Huni
-
BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Tegaskan Komitmen Ekonomi Kerakyatan
-
Konflik Keraton Solo: Berebut Gamelan Sekaten Berujung Laporan Polisi, Abdi Dalem Ngaku Dikeroyok