SuaraSurakarta.id - Ada tiga simulasi pasangan dalam Pilkada Solo 2024 yang dilakukan oleh lembaga Solo Raya Polling.
Simulasi pasangan tersebut didasarkan pada persaingan koalisi nasional dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Pada simulasi pertama ada dua pasangan Pilwalkot Solo, simulasi kedua ada tiga pasangan Pilwalkot dan simulasi ketiga hanya satu pasangan saja.
"Simulasi saya di Solo itu bisa diajukan dua simulasi pasangan pilwalkot. Pasangan pertama Gusti Bhre-Sekar Tandjung sebagai wali kota dan wakil wali kota. Itu berdasarkan kekuatan politik dan hasil survei, yang kemungkinan diusung Gerindra, PSI, Golkar dan PAN," kata Peneliti Solo Raya Polling, Suwardi, Rabu (27/3/2024).
"Lawannya siapa? Lawannya Teguh Prakosa berkoalisi dengan PKB yakni Mashuri PP d4d, ini ada kaitannya juga dengan imbas pilpres. Yang mana ini didukung oleh partai diluar Koalisi Indonesia Maju," katanya.
Untuk PKS, lanjut dia, kemungkinan tidak mengajukan. Kalau PKS mengajukan calon wakil wali kota (Sugeng Riyanto) maka koalisinya yang paling memungkinkan dengan PDIP.
"Mengapa dengan PDIP? PDIP butuh menang. Pak Teguh elektoralnya 35 persen, betul Sugeng Riyanto itu suaranya kecil. Tapi jangan lupa mesin partai dari PKS itu luar biasa, itu dibuktikan dengan hasil Pileg yang memperoleh 7 kursi," papar dia.
Selanjutnya simulasi dengan tiga pasangan Pilwakot. Pasangan pertama dari Gerindra, Golkar dan PSI yang mengusung KGPAA Mangkunegara X-Sekar Tandjung.
Kemudian PDIP berkoalisi dengan PKB maka formasinya Teguh Prakosa-Mashuri, sedangkan pasangan ketiga dari PKS Sugeng Riyanto kalau berkoalisi PAN.
Baca Juga: Polling Pilkada Solo 2024: Adu Kuat Generasi Muda dan Senior, Kaesang Pangarep vs Wakil Gibran?
"Kalau yang diusung PDIP dan PKB, bisa nggak PKS bergabung ke Gusti Bhre, saya nggak yakin karena dari PKS nggak diusung. Skema tiga pasangan tergantung pada restu elite di tingkat pusat yakni Jokowi, Prabowo dan Zulkifli Hasan," jelasnya.
Sementara itu untuk simulasi ketiga itu satu pasangan. Jika ini muncul maka tidak ada rival yang akan melawan pasangan tersebut.
"Simulasi satu pasangan ini dimungkinkan kalau ada rekonsiliasi antara Sumber dan Pucangsawit. Kalau itu rekonsiliasi maka bisa muncul satu pasangan bisa Gusti Bhre-Teguh, atau Kaesang-Teguh. Saya percaya tidak ada yang berani muncul. Betul atau tidak karena masih simulasi," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Film Penerbangan Terakhir Ajak Perempuan di 10 Kota Terhindar Modus Cowok Berseragam
-
Tinjau Talud Longsor di Nusukan, Respati Ardi Minta Penanganan Komprehensif
-
DPN Tani Merdeka Apresiasi Swasembada Beras Era Prabowo
-
Mantan Wakapolri Oegroseno Jadi Saksi Sidang Ijazah Jokowi, Sebut Ada Perbedaan!
-
Tak Lagi Menjabat Petugas Partai, FX Rudyatmo Pilih Kembali Jadi Tukang Las