SuaraSurakarta.id - Satreskrim Polres Boyolali mengungkap kasus pembacokan terhadap seorang pekerja pasar malam berinisial AW (41) di Jalan Nangka Gumulan, Kelurahan Siswodipuran.
Tiga pelaku pun diamankan yakni MR (19) dan ESP (18), di wilayah Klaten, Minggu (17/3.2024), sedangkan pelaku AFJ (17) ditangkap, pada Senin (18/3/2024).
Kapolres Boyolali AKBP Petrus Parningotan Silalahi, menjelaskan kejadian kasus penganiayaan tersebut berawal saat, korban AW bersama dengan teman-temannya sedang nongkrong di pinggir jalan dan tiba-tiba didatangi rombongan sepeda motor dari arah barat sambil mengacung-acungkan senjata tajam.
Karena, takut korban berusaha kabur, tetapi dia dikejar hingga terjatuh dan dibacok serta ditendang oleh para pelaku hingga menyebabkan robek berdarah di bagian punggung sebelah kanan.
Setelah itu, rombongan pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi dan korban kemudian melaporkan kejadian kasus penganiayaan tersebut ke Polres Boyolali untuk proses lebih lanjut.
Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan dan berhasil membekuk para pelaku pembacokan tersebut di wilayah Kabupaten Klaten.
"Kami berhasil menangkap pelaku pembacokan itu, yakni MR, ESP dan AFJ. Ketiga pelaku kini ditahan di Mapolres Boyolali untuk pemeriksaan. Sedangkan, korban AW mengalami luka bekas bacok di bagian punggung sebelah kanan," kata AKBP Petrus dilansir dari ANTARA, Rabu (20/3/2024).
Selain itu, Kapolres mengatakan untuk motif para pelaku melakukan penganiayaan tersebut tanpa ada sebab yang pasti.
Pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban tanpa sebab, ini modus semacam geng yang pasti menjadi salah satu tindak pidana jalanan menjadi prioritas untuk ditindak tegas oleh polisi.
Baca Juga: Kebangetan! Pedagang Angkringan di Klaten Curi Mobil Sahabat Sendiri, Endingnya Dibekuk Polisi
Selain itu, polisi juga berhasil menemukan barang bukti yang digunakan oleh para pelaku, yakni satu buah pedang dengan panjang satu meter dan pakaian yang dikenakan korban.
Oleh karena itu, para tersangka dapat dijerat dengan Pasal 170 KUHP, kasus Tindak Pidana Penganiayaan, dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara dan atau Pasal 2 ayat (1) Undang Undang Darurat No.12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman 10 penjara.
Kendati demikian, Kapolres mengimbau kepada para remaja untuk tidak melakukan perbuatan yang meresahkan karena berpotensi tindak pidana yang ada akibat hukum dan sangat merugikan.
Kapolres juga akan terus meningkatkan jajarannya agar rutin melakukan kegiatan yang dapat mencegah terjadinya tindak pidana di wilayah Boyolali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Kisah Warga Jatirejo Solo: Bertahun-tahun Hidup Berdampingan dengan Bau Menyengat TPA Putri Cempo
-
Duh! Solo Terancam Krisis Guru Parah: 154 Non-ASN Terancam Diberhentikan, 250 Guru PNS Pensiun
-
Perkuat Wawasan Industri, Sekolah Vokasi UNS Undang Mohammed Aden Suryana Jadi Dosen Tamu
-
Dipimpin AKP Primadhana Bayu Kuncoro, Polres Karanganyar Ungkap Dua Kasus Narkoba
-
Adera Immunity Tour Terus Perkuat Sinergi dengan Pemkot Solo