SuaraSurakarta.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo tak menahan mantan manajer Persis Solo, Waseso usai pelimpahan tahap kedua kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari Polresta Solo.
Waseso hanya dikenakan penahanan kota oleh pihak kejaksaan. Keputusan itu memantik reaksi dari pihak korban, Roestina Cahyo Dewi.
"Kalau menurut kami ini sandiwara, sudah kami duga dari awal. Tindakan tersebut perlu dievaluasi. Perlu diperbaiki kembali," kata pengacara korban, Romi Habie, Minggu (3/3/2024).
Romi Habie mengaku tidak kaget dengan keputusan yang diambil oleh pihak Kejari Solo. Namun, pihaknya khawatir dengan kepercayaan penegak hukum dan keadilan masyarakat khususnya dari saksi korban.
"Ini perkara extra ordinary crime (luar biasa) tentang TPPU kok dibuat seperti perkara sederhana (tilang, tindakan pelanggaran-red). Kalau seperti ini, muka penegak hukum teman-teman kepolisian dan penegak hukum bagaimana," tegasnya.
Pihaknya sangat menyayangkan, keputusan Kejari Kota Solo yang hanya melakukan tahanan kota terhadap tersangka Waseso. Mengingat, rekam jejak dari tersangka merupakan residivis baik tindak pidana umum berupa pemalsuan tanda tangan hingga tindak pidana korupsi.
"Dari sisi mana teman-teman dari pihak kepolisian maupun kejaksaan saat ini memiliki pertimbangan hanya melakukan tahanan kota. Maka dari itu, kami berharap, ini pelabuhan terakhir kami adalah Pengadilan Solo untuk benar-benar mempertimbangkan perkara ini sebagai perkara krusial. Karena tidak sedikit kerugiannya. Status tersangka ini juga residivis dalam dua perkara berbeda," jelas dia.
Sementara itu Kepala Kejari Solo, DB Susanto membenarkan Waseso hanya dikenakan penahanan kota. Hal ini berdasarkan alasan subyektif dan obyektif berdasar undang-undang yang berlaku.
"Kemudian, tersangka juga mengajukan penangguhan penahanan," ujarnya.
Baca Juga: Lanjutan Kasus TPPU: Polisi Segera Tahan Eks Manajer Persis Solo
Disinggung mengenai pertimbangan terkait penahanan kota yang dilakukan oleh pihak Kejari, DB Susanto mengaku, bahwa domisili tersangka Waseso berada di Kota Solo.
"Termasuk, dia sebagai pemimpin perusahaan yang masih menjalankan kegiatan perusahaan dan membawahi karyawan," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Persis Solo Takluk 1-2 dari Persiba, Dua Pemain Laskar Sambernyawa Diguyur Kartu Merah
-
Solo Disiapkan Jadi Lumbung Talenta Timnas, PSSI Salurkan 1.000 Bola ke Sekolah
-
Menang Sembilan Gol, MilkLife Kickers Tutup Singa Cup 2026 di Posisi Runner-up
-
MilkLife Kickers Raih Dua Kemenangan di Hari Kedua Singa Cup 2026
-
Tahu Kesukaan Kakaknya, GPH Paundra Dapat Hadiah Tas saat Prosesi Langkahan dari GRAj Sura