SuaraSurakarta.id - Kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat mantan manager Persis Solo, Waseso menunggu pelimpahan tahap kedua dari Penyidik Satreskrim Polresta ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Solo.
Hanya saja, dalam proses tersebut justru kedua institusi saling menunggu satu sama lain. Hal ini, menjadi sorotan dari kuasa hukum pelapor, Romi Habie.
Menurut pengacara asal Yogyakarta ini, korban atau pelapor butuh kepastian hukum. Dimana, pihak Penyidik Polresta menunggu kesiapan dari Kejari. Namun sebaliknya, justru pihak Kejari menunggu pihak penyidik Satreskrim Polresta Solo untuk melakukan pelimpahan tahap 2, berikut barang bukti dan tersangka yang tak lain adalah Waseso.
"Kalau kami melihat hal ini, justru menjadi tontonan yang tidak lucu. Berilah masyarakat contoh yang baik, untuk mendapatkan keadilan bagi korban," kata Romi saat dikonfirmasi, Minggu (25/2/2024).
Disinggung mengenai status Waseso yang telah ditetapkan sebagai tersangka, Romi mengaku, seharusnya penyidik Polresta Solo dapat melakukan penahanan untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan. Hal ini terbukti, dengan upaya yang dilakukan tersangka melalui pra peradilan yang dilakukan sebanyak empat kali. Justru hal tersebut merepotkan pihak penyidik itu sendiri.
"Bayangkan, ketika sudah ditetapkan tersangka. Dia (tersangka-red) tidak ditahan. Kami sebagai korban, masih memberikan toleransi. Mungkin, penyidik takut sehingga tidak melakukan penahanan. Kemudian, ini yang jadi keprihatinan kami. Ketika sudah P21, berkas itu kan sudah dianggap lengkap baik formil maupun materiil. Menurut kami, sebagai pihak yang meminta keadilan, agar segera dilakukan penahanan. Karena apa, berdasarkan pertimbangan obyektif dan subyektif memang sangat wajar ditahan. Pertimbangan obyektif, berdasar aturan perundangan, tersangka ini tuntutannya diatas lima tahun lho. Secara subyektif, tersangka ini cenderung menyerang penyidik dengan meminjam barang bukti bahkan melakukan pra peradilan sebanyak empat kali," tegas Romi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolresta Solo, Kombes Pol Iwan Saktiadi akan melakukan pelimpahan tahap 2 terkait kasus TPPU dengan tersangka Waseso pada pekan ini. Dengan pelimpahan tahap 2 tersebut, tentu yang bersangkutan juga akan dilakukan penahanan untuk diserahkan ke pihak Jaksa Kejari Kota Solo.
"Maksimal pekan depan kami limpahkan (tahap 2-red). Kalau pelimpahan tahap 2, barang bukti dan tersangka juga dilimpahkan ke Kejari. Kami tak ingin berbelit," terang Iwan, saat dikonfirmasi pekan lalu.
Menurutnya, saat ini penyidikan kasus TPPU di tingkat penyidik sudah selesai. Pihaknya menunggu, pihak Kejaksaan untuk bersedia menerima pelimpahan tahap 2 tersebut.
Baca Juga: Penasaran Aksi Althaf Indie di Laga Persis Solo vs Persik Kediri? Ini Video Lengkapnya
"Intinya kan, kalau sudah P21 akan segera kita limpahkan. Karena proses itu kan berjalan, supaya segera disidangkan. Proporsi kita sudah lengkap semuanya. Nanti, sudah ranahnya mereka," tegasnya.
Terpisah, Kepala Kejari Solo, DB Susanto mengatakan, pihaknya justru menunggu pelimpahan yang dilakukan oleh Penyidik Satreskrim Polresta Solo terkait kasus TPPU tersebut.
"Kapanpun kita siap, intinya setelah dinyatakan P21 (berkas lengkap-red) tak perlu menunggu dari kami. Justru kami siap menerima pelimpahan tahap 2 dari pihak Polresta Solo," tegas DB Susanto pekan lalu.
Disinggung mengenai apakah Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah siap menerima pelimpahan tahap 2 dari penyidik Polresta Solo, DB Susanto menegaskan, mereka semuanya siap. Bahkan, ketiga JPU tersebut juga menunggu pelimpahan tahap 2 tersebut.
"Kalau Jaksanya ada keperluan (ibadah), ya pasti izin saya, kok itu. Tiga-tiganya ada disini semua. Tinggal koordinasi saja kok itu," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
Terkini
-
Usai Terkena PHK, Mantan Pekerja Pabrik Tekstil Ini Temukan Harapan Baru di Dapur MBG
-
Wajah Semringah Ibu Hamil di Sukoharjo, dapat Program MBG: Gizi Tercukupi, Hasil USG Jadi Bagus
-
Cek Promo Sirup Lebaran di Superindo, Belanja Murah di Solo untuk Sambut Hari Raya
-
Viral Masyarakat Spill MBG Spesial Ramadan: Ada Ayam Panggang Seekor hingga Susu UHT
-
Bahagianya Para Ibu Terima MBG Spesial Ramadan: Berasa Dapat Parsel Lebaran