SuaraSurakarta.id - Satresnarkoba Polresta Solo mengungkap 17 kasus peredaran narkotika dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Dari belasan kasus tersebut, sebanyak 18 orang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Iwan Saktiadi menjelaskan, selain mengamankan 18 orang tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu sejumlah 262,99 gram.
Kemudian ekstasi sejumlah 19 butir atau dengan berat 7,3 gram, tembakau sintetis 14,64 gram, serta obat daftar G dengan merk Yarindo 359 butir.
Baca Juga: Nekat Mabuk di Muka Umum, 6 Muda-mudi Diamankan Tim Sparta Polresta Solo
Para tersangka diketahui menerima barang bukti narkoba dari bandar dengan menggunakan sistem online.
"Kita berhasil mengungkap 17 kasus dalam satu bulan terakhir. Kita akan terus melakukan operasi. Tidak hanya peredaran narkoba, juga kasus kejahatan lain," kata Iwan Saktiadi.
Dia memaparkan, para tersangka yang diamankan sebagian merupakan residivis dengan kasus yang sama.
Seperti WW dengan hasil temuan barang bukti sebanyak 85 klip paket sabu-sabu dan tersangka AR dengan barang bikti 6 klip sabu-sabu dan 19 butir ekstasi.
Sedangkan tersangka lain diantaranya, DAS 13 klip paket sabu, DM 25 klip paket sabu, dan SH 8 klip paket sabu.
Baca Juga: Polisi Amankan Pelaku Pemalakan Pedagang Kaki Lima di Pasar Gede Solo, Minta Jatah hingga Rp 50 Juta
"WW ini residivis perkara yang sama mengenai penyalahgunaan narkotika dan lainnya, merupakan residivis tahun 2009 yang telah menjalani hukuman. Kemudian saudara AR alias B, di mana yang bersangkutan juga sama pernah menjadi residivis tahun 2018 dengan perkara yang sama, yang bersangkutan bersatus sama yaitu pengedar dan pengguna," ujar dia.
Lebih lanjut, Kapolresta mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, dalam mengedarkan narkoba, para tersangka memanfaatkan aplikasi jual beli online dengan sasaran secara acak.
Berita Terkait
-
Soal Amnesti, Menkum: Kemungkinan Napi Narkoba Hanya Ada 700 Orang yang Dapat
-
Produksi Vape Narkotika Jenis Baru di Apartemen Mewah Jakpus Dibongkar, Disebut Sulit Dideteksi
-
Jaringan Narkoba Sumatera-Jawa Dibongkar! Polda Metro Sita 34 Kg Ganja di Jakarta
-
Profil AKBP Fajar Widyadharma, Eks Kapolres Ngada yang Diduga Cabuli Anak, Jual Video Syur ke Australia
-
Sosok AKBP Fajar Widyadharma dan Jejak Kejahatannya, Eks Kapolres Ngada Tersangka Kasus Pedofilia dan Narkoba!
Tag
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Solo Tertibkan Parkir Liar, 6 Mobil Kena Tindak Tegas di Pasar Gede
-
Pasca-Lebaran 2025, Ekonomi RI Diprediksi Pulih Berkat Stabilitas Harga Pangan
-
Bantolo, Tirto, Maruto: Nama Indah untuk 3 Bayi Harimau Benggala di Solo Safari
-
Libur Lebaran, Polresta Solo Siagakan Pengamanan di Solo Safari
-
Momen Gibran Bagi-bagi THR ke Anak-anak di Rumah Jokowi, Warga Datang dari Malang